India buka investasi asuransi asing
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 10:07 WIB
India buka investasi asuransi asing
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah India akan membuka pintu bagi perusahaan asuransi asing agar berinvestasi di negara tersebut. Hal ini merupakan program lanjutan dari Pemerintah India yang sedang gencar melakukan reformasi ekonomi guna menggenjot pertumbuhan.
Rencana terbaru Pemerintah India meneruskan program reformasi ekonomi sebelumnya yang memperbolehkan perusahaan ritel asing masuk ke pasar negara dengan penduduk terbesar kedua di dunia itu. Namun, rencana yang sudah disetujui kabinet tersebut masih harus mendapat pengesahan dari parlemen.
“Undang-Undang investasi yang baru akan meningkatkan investasi asing yang sebelumnya terbatas,” tulis BBC kemarin.
Dalam program terbarunya, perusahaan-perusahaan asuransi asing dimungkinkan untuk masuk ke sektor dana pensiun. India dalam beberapa bulan terakhir terus berupaya melawan perlambatan ekonomi akibat krisis keuangan di Eropa dengan membuat sejumlah terobosan di bidang investasi.
Bulan lalu Pemerintah India mengizinkan perusahaan ritel menambah investasi di negara itu meski mendapat tantangan dari sejumlah kalangan karena dianggap akan mematikan pedagang kecil. Dengan aturan tersebut, peritel seperti Walmart dan Tesco berpeluang membeli saham perusahaan ritel lokal dengan porsi kepemilikan hingga 51 persen.
Sekadar diketahui, peritel asing seperti Walmart, Carrefour, dan Tesco sebelumnya sudah membuka outlet di India namun mereka harus membuat kesepakatan tertentu dengan para peritel lokal. Pada laporan lainnya, BBC menyebutkan,Pemerintah India kini juga sedang bersiap untuk membentuk sebuah lembaga khusus yang menangani investasi dalam negeri.
“Kami berjanji akan melakukan reformasi lebih luas di sektor perbankan, asuransi dan sektor lainnya,” ujar Menteri Keuangan India P Chidambaram kepada BBC. Dia menambahkan, pemerintah meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Negeri Bollywood akan kembali pada level 9 persen seperti tahun-tahun sebelumnya.
Rencana terbaru Pemerintah India meneruskan program reformasi ekonomi sebelumnya yang memperbolehkan perusahaan ritel asing masuk ke pasar negara dengan penduduk terbesar kedua di dunia itu. Namun, rencana yang sudah disetujui kabinet tersebut masih harus mendapat pengesahan dari parlemen.
“Undang-Undang investasi yang baru akan meningkatkan investasi asing yang sebelumnya terbatas,” tulis BBC kemarin.
Dalam program terbarunya, perusahaan-perusahaan asuransi asing dimungkinkan untuk masuk ke sektor dana pensiun. India dalam beberapa bulan terakhir terus berupaya melawan perlambatan ekonomi akibat krisis keuangan di Eropa dengan membuat sejumlah terobosan di bidang investasi.
Bulan lalu Pemerintah India mengizinkan perusahaan ritel menambah investasi di negara itu meski mendapat tantangan dari sejumlah kalangan karena dianggap akan mematikan pedagang kecil. Dengan aturan tersebut, peritel seperti Walmart dan Tesco berpeluang membeli saham perusahaan ritel lokal dengan porsi kepemilikan hingga 51 persen.
Sekadar diketahui, peritel asing seperti Walmart, Carrefour, dan Tesco sebelumnya sudah membuka outlet di India namun mereka harus membuat kesepakatan tertentu dengan para peritel lokal. Pada laporan lainnya, BBC menyebutkan,Pemerintah India kini juga sedang bersiap untuk membentuk sebuah lembaga khusus yang menangani investasi dalam negeri.
“Kami berjanji akan melakukan reformasi lebih luas di sektor perbankan, asuransi dan sektor lainnya,” ujar Menteri Keuangan India P Chidambaram kepada BBC. Dia menambahkan, pemerintah meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi Negeri Bollywood akan kembali pada level 9 persen seperti tahun-tahun sebelumnya.
(gpr)
Lihat Juga :