Atasi krisis, ECB pertahankan suku bunga 0,75%
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 10:35 WIB
Atasi krisis, ECB pertahankan suku bunga 0,75%
A
A
A
Sindonews.com – Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) kemarin mengumumkan untuk mempertahankan suku bunga di level terendah 0,75 persen. Langkah tersebut disertai komitmen otoritas moneter Benua Biru untuk tetap membeli surat utang guna mendukung perekonomian.
Keputusan dari dewan gubernur bank sentral itu telah diprediksi sebelumnya oleh para pelaku pasar yang sedang menunggu aksi lanjutan di tengah kekhawatiran adanya penyaluran dana talangan ke Spanyol. Setelah ECB meluncurkan rincian program pembelian obligasi bulan lalu guna meredakan ketegangan pasar, Gubernur ECB Mario Draghi diproyeksikan tidak akan mengumumkan lagi tindakan melawan krisis utang namun mendesak Pemerintah Eropa untuk bertindak.
“Setelah memperkenalkan program Outright Monetary Transaction (OMT) bulan lalu, saya meramalkan tidak akan ada pengumuman baru dari ECB pekan ini,” papar analis Goldman Sachs dalam catatannya dikutip AFP kemarin.
Dia menambahkan, sebelumnya Goldman Sachs memperkirakan ECB akan mempertahankan tingkat kebijakan serta tidak akan ada usulan perubahan langsung dalam kebijakan. Ekonom Natixis Cedric Thellier mengungkapkan, pemotongan suku bunga lebih lanjut hanya akan dipertimbangkan jika situasi ekonomi memburuk.
“Untuk sementara, dewan pemerintahan ECB tetap mempertahankan tingkat suku bunga saat ini,” imbuhnya. Menurut Thellier,penurunan suku bunga lebih lanjut kemungkinan akan dilaksanakan pada Desember mendatang, bersamaan dengan pengumuman terbaru ECB mengenai pertumbuhan dan perkiraan inflasi.
Ke depan, ada kecenderungan merevisi prediksi produk domestik bruto (PDB) untuk 2013 dan 2014. Pada saat yang sama para ahli memprediksi bahwa bank sentral akan mengumumkan operasi jangka panjang pembiayaan baru (long term refinancing operation/LTRO) sebelum akhir tahun.
Sekadar diketahui, bank sentral telah meluncurkan dua LTRO pada tahun lalu dengan memompa sejumlah besar likuiditas ke dalam sistem perbankan guna mencegah krisis kredit. Pada bulan lalu Draghi berjanji memberikan bantuan ke negara-negara zona euro seperti Spanyol dengan membeli obligasi untuk menurunkan biaya pinjaman. Hal tersebut membuat ketegangan di pasar akibat para investor beranggapan bahwa itu merupakan titik balik dari krisis.
Tetapi, setelah mengalami masa tenang,muncul volatilitas baru di pasar di tengah keraguan apakah Spanyol akan mengajukan permohonan dana talangan (bailout) kepada ECB. Ekonom Capital Economics John Higgins dan Ben May mengutarakan, sejak ECB meluncurkan kebijakan OMT, imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah telah merosot tajam.
“Meski begitu, tiga pertanyaan kunci mengenai efektivitas program masih belum terjawab dan yang lebih penting kami meragukan program tersebut, bahkan jika secepatnya diimplementasikan,” pungkas Higgins dan May.
Keputusan dari dewan gubernur bank sentral itu telah diprediksi sebelumnya oleh para pelaku pasar yang sedang menunggu aksi lanjutan di tengah kekhawatiran adanya penyaluran dana talangan ke Spanyol. Setelah ECB meluncurkan rincian program pembelian obligasi bulan lalu guna meredakan ketegangan pasar, Gubernur ECB Mario Draghi diproyeksikan tidak akan mengumumkan lagi tindakan melawan krisis utang namun mendesak Pemerintah Eropa untuk bertindak.
“Setelah memperkenalkan program Outright Monetary Transaction (OMT) bulan lalu, saya meramalkan tidak akan ada pengumuman baru dari ECB pekan ini,” papar analis Goldman Sachs dalam catatannya dikutip AFP kemarin.
Dia menambahkan, sebelumnya Goldman Sachs memperkirakan ECB akan mempertahankan tingkat kebijakan serta tidak akan ada usulan perubahan langsung dalam kebijakan. Ekonom Natixis Cedric Thellier mengungkapkan, pemotongan suku bunga lebih lanjut hanya akan dipertimbangkan jika situasi ekonomi memburuk.
“Untuk sementara, dewan pemerintahan ECB tetap mempertahankan tingkat suku bunga saat ini,” imbuhnya. Menurut Thellier,penurunan suku bunga lebih lanjut kemungkinan akan dilaksanakan pada Desember mendatang, bersamaan dengan pengumuman terbaru ECB mengenai pertumbuhan dan perkiraan inflasi.
Ke depan, ada kecenderungan merevisi prediksi produk domestik bruto (PDB) untuk 2013 dan 2014. Pada saat yang sama para ahli memprediksi bahwa bank sentral akan mengumumkan operasi jangka panjang pembiayaan baru (long term refinancing operation/LTRO) sebelum akhir tahun.
Sekadar diketahui, bank sentral telah meluncurkan dua LTRO pada tahun lalu dengan memompa sejumlah besar likuiditas ke dalam sistem perbankan guna mencegah krisis kredit. Pada bulan lalu Draghi berjanji memberikan bantuan ke negara-negara zona euro seperti Spanyol dengan membeli obligasi untuk menurunkan biaya pinjaman. Hal tersebut membuat ketegangan di pasar akibat para investor beranggapan bahwa itu merupakan titik balik dari krisis.
Tetapi, setelah mengalami masa tenang,muncul volatilitas baru di pasar di tengah keraguan apakah Spanyol akan mengajukan permohonan dana talangan (bailout) kepada ECB. Ekonom Capital Economics John Higgins dan Ben May mengutarakan, sejak ECB meluncurkan kebijakan OMT, imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah telah merosot tajam.
“Meski begitu, tiga pertanyaan kunci mengenai efektivitas program masih belum terjawab dan yang lebih penting kami meragukan program tersebut, bahkan jika secepatnya diimplementasikan,” pungkas Higgins dan May.
(gpr)
Lihat Juga :