UKM penopang pertumbuhan ekonomi DIY

Jum'at, 05 Oktober 2012 - 17:36 WIB
UKM penopang pertumbuhan...
UKM penopang pertumbuhan ekonomi DIY
A A A
Sindonews.com - Sektor Usaha kecil dan menengah (UKM) banyak memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY). Sektor ini banyak menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Mereka perlu mendapatkan dukungan modal dan fasilitasi agar pertumbuhan ekonomi DIY bisa meningkat.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Nur Achmad Affandi mengatakan kondisi ekonomi di DIY cenderung stabil. Disahkannya Undang-Undang Keistimewaan DIY, akan menjadi magnet untuk menarik investasi. Sebab dengan kepemimpinan Sultan dan Pakualam akan ditetapkan, sehingga pelaksanaan pilkada tidak ada.

“Dengan jabatans eperti ini tidak akan banyak kebijakan politik yang berubah, ini sangat menarik bagi investasi,” jelas Nur Ahmad Affandi pada pembukaan musyawarah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) di Quality Hotel, Yogyakarta, Jumat (5/10/2012).

Menurut Nur Achmad, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY hanya Rp46 triliun dengan jumlah penduduk 3,4 juta orang. Artinya, pendapatan per kapita penduduk hanya Rp15 juta per tahun. Meskipun kecil, namun indeks harapan hidup di DIY justru lebih tinggi dibanding nasional. Bahkan jumlah pengangguran yang ada juga sangat kecil.

“Disinilah UKM harus lebih diperdayakan agar pendapatan per kapita bisa lebih meningkat. Hippi bisa lebih berperan dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi,” ujar mantan anggota DPRD DIY ini.

Ketua Hippi pusat Yani Motik mengatakan produksi dalam negeri harus didukung dengan kebijakan pemerintah. Termasuk penciptaan pasar produk dalam negeri dan pembatasan asing. Sebab banyak produk seperti jamu yang sulit masuk di negara asing. Padahal banyak obat China yang mendominasi pasar dalam negeri.

“Potensi lokal harus dikembangkan agar bisa menumbuhkan roda perekonomian baru,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Pemda DIY, Retno Setijowati mengaku pertumbuhan di DIY dalam 12 tahun terakhir cukup bagus. Hanya saja dominasi investasi masih banyak ditopang dari sektor penanaman modal asing (PMA). Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN), masih sangat terbatas.

Pemerintah, sebenarnya telah banyak mengembangkan upaya kemitraan antara pusat, industri dan UMKM. Termasuk kemudahan dalam mendapatkan bunga rendah untuk mendukung iklim investasi. Kenyataannya banyak pelaku usaha ini yang belum terampil dan terbiasa dengan perbankan. “Banyak pelaku usaha yang belum pahamd engan HAKI dan sertifikat halal,” tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina SMEXPO Geliatkan...
Pertamina SMEXPO Geliatkan Ekonomi Rakyat di Yogyakarta
Dongkrak Ekonomi Warga...
Dongkrak Ekonomi Warga Jogja, Nara Kupu Gelar Lagi Pasar Sayur dan Pets Day Out
Tiga Jurus Sandiaga...
Tiga Jurus Sandiaga Tingkatkan Daya Saing Pelaku Parekraf
Wamenkop Sebut Yogyakarta...
Wamenkop Sebut Yogyakarta Bisa Jadi Role Model Daerah Bersistem Ekonomi Pancasila
Ekonomi Jatim Alami...
Ekonomi Jatim Alami Kontraksi, Pertumbuhannya Kalah Dari Banten dan Yogyakarta
Sukuk Ritel SR016 Bakal...
Sukuk Ritel SR016 Bakal Dirilis, Investasi Syariah yang Aman dan Dijamin Negara
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
33 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
43 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
59 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved