Petani Empatlawang berharap bantuan bibit padi
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 21:05 WIB
Petani Empatlawang berharap bantuan bibit padi
A
A
A
Sindonews.com - Petani padi di Empatlawang berharap pemerintah menyediakan dan membantu penyediaan benih padi sebagai persiapan memasuki musim tanam kelak.
Meskipun saat ini kemarau masih terjadi dan mayoritas petani padi di Empatlawang belum bisa mengolah lahan pertanian mereka. Namun mereka berharap bantuan bibit padi jenis unggul dapat mereka terima menjelang masa pengolahan. Sehingga saat memasuki musim tanam, benih padi sudah tersedia.
Meskipun selama ini petani padi di Empatlawang sudah ada yang mendapatkan benih bantuan dari pemerintah, namun disinyalir banyak petani yang tidak mendapatkan benih bantuan tersebut.
Untuk itu petani berharap pihak terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Perikanan Perternakan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Empatlawang melalui UPTD yang ada di kecamatan melakukan pengecekan dan pengawasan secara merata terhadap penyebaran benih padi bantuan.
Salah seorang petani di kecamatan Lintang Kanan, Mus, mengatakan tidak sedikit petani di wilayah tersebut namanya hanya dicantumkan sebagai anggota kelompok tani (poktan) sebagai syarat pengajuan bantan benih.
Namun benih yang diberikan oleh pemerintah tidak sampai ke petani yang dimaksud. Untuk itu menurutnya, ada baiknya pihak UPTD dan pihak terkait melakukan pendataan dan pengawasan secara langsung.
“Sekarang musim kemarau, saat masuk musim hujan nanti petani langsung menggarap sawah, jelas bibit akan sangat diperlukan untuk memasuki musim tanam,” ujarnya.
Apalagi menurutnya, seusai kemarau panjang kondisi lahan persawahan berbeda dengan tidak kemarau. Sehingga kebutuhan petani akan bibit padi unggul bantuan pemerintah sangat diharapkan.
Menurutnya, jika penyebaran bantuan benih di tingkat petani tidak merata, jelas akan memicu kecemburuan bahkan bias menjadi bibit pertikaian antar petani.
“Jadi kalau pihak terkait langsung yang mendata dan mengawasi, kemungkinan ada yang tidak dapat sedikit. Ini jelas akan sangat membantu petani,” tambahya.
Terpisah, koordinator penyakit dan hama tanaman pada UPTD Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel wilayah Empatlawang, Turhadi mengatakan, untuk wilayah Empatlawang rata-rata petani mendapatkan bantuan benih unggul. Namun petani tersebut harus terdaftar di kelompok tani di wilayah masing-masing.
Untuk bantuan benih padi di Empatlawang menurut Turhadi langsung di droping dari pusat. Karena pengadaanya dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian terkait. Data dan nama petani yang mendapatkan bantuan tersebut, disesuaikan dengan data dan jumlah pengajuan.
“Kalau ada yang belum dapat kemungkinan dia tidak terdaftar di kelompok tani, atau mereka sendiri yang tidak mau mendaftarkan diri. Sehingga saat benih bantuan tiba, mereka tidak mendapatkan jatah,” ujarnya.
Dirinya tidak menampik, seusai kemarau panjang seperti di Empatlawang nanti banyak sekali petani yang membutuhkan benih. Mengingat masa olah tanah dan masa tanam bisa dikatakan serempak di wilayah Empatlawang. Sehingga kebutuhan akan benih juga dalam jumlah besar. Mengingat mayoritas masyarakat Empatlawang adalah petani padi.
Untuk di Empatlawang bibit benih padi bantuan yang didatangkan diantaranya varietas IR 42 dan Ciherang. Dimana untuk tiap hektarnya membutuhkan paling sedikit 25 kg gabah kering benih.
“Jadi untuk benih bantuan langsung didatangkan oleh pihak yang ditunjuk oleh pemerintah pusat, untuk penyaluran ke petani itu dilakukan oleh pengurus kelompok tani,” jelasnya.
Meskipun saat ini kemarau masih terjadi dan mayoritas petani padi di Empatlawang belum bisa mengolah lahan pertanian mereka. Namun mereka berharap bantuan bibit padi jenis unggul dapat mereka terima menjelang masa pengolahan. Sehingga saat memasuki musim tanam, benih padi sudah tersedia.
Meskipun selama ini petani padi di Empatlawang sudah ada yang mendapatkan benih bantuan dari pemerintah, namun disinyalir banyak petani yang tidak mendapatkan benih bantuan tersebut.
Untuk itu petani berharap pihak terkait dalam hal ini Dinas Pertanian Perikanan Perternakan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Empatlawang melalui UPTD yang ada di kecamatan melakukan pengecekan dan pengawasan secara merata terhadap penyebaran benih padi bantuan.
Salah seorang petani di kecamatan Lintang Kanan, Mus, mengatakan tidak sedikit petani di wilayah tersebut namanya hanya dicantumkan sebagai anggota kelompok tani (poktan) sebagai syarat pengajuan bantan benih.
Namun benih yang diberikan oleh pemerintah tidak sampai ke petani yang dimaksud. Untuk itu menurutnya, ada baiknya pihak UPTD dan pihak terkait melakukan pendataan dan pengawasan secara langsung.
“Sekarang musim kemarau, saat masuk musim hujan nanti petani langsung menggarap sawah, jelas bibit akan sangat diperlukan untuk memasuki musim tanam,” ujarnya.
Apalagi menurutnya, seusai kemarau panjang kondisi lahan persawahan berbeda dengan tidak kemarau. Sehingga kebutuhan petani akan bibit padi unggul bantuan pemerintah sangat diharapkan.
Menurutnya, jika penyebaran bantuan benih di tingkat petani tidak merata, jelas akan memicu kecemburuan bahkan bias menjadi bibit pertikaian antar petani.
“Jadi kalau pihak terkait langsung yang mendata dan mengawasi, kemungkinan ada yang tidak dapat sedikit. Ini jelas akan sangat membantu petani,” tambahya.
Terpisah, koordinator penyakit dan hama tanaman pada UPTD Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumsel wilayah Empatlawang, Turhadi mengatakan, untuk wilayah Empatlawang rata-rata petani mendapatkan bantuan benih unggul. Namun petani tersebut harus terdaftar di kelompok tani di wilayah masing-masing.
Untuk bantuan benih padi di Empatlawang menurut Turhadi langsung di droping dari pusat. Karena pengadaanya dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian terkait. Data dan nama petani yang mendapatkan bantuan tersebut, disesuaikan dengan data dan jumlah pengajuan.
“Kalau ada yang belum dapat kemungkinan dia tidak terdaftar di kelompok tani, atau mereka sendiri yang tidak mau mendaftarkan diri. Sehingga saat benih bantuan tiba, mereka tidak mendapatkan jatah,” ujarnya.
Dirinya tidak menampik, seusai kemarau panjang seperti di Empatlawang nanti banyak sekali petani yang membutuhkan benih. Mengingat masa olah tanah dan masa tanam bisa dikatakan serempak di wilayah Empatlawang. Sehingga kebutuhan akan benih juga dalam jumlah besar. Mengingat mayoritas masyarakat Empatlawang adalah petani padi.
Untuk di Empatlawang bibit benih padi bantuan yang didatangkan diantaranya varietas IR 42 dan Ciherang. Dimana untuk tiap hektarnya membutuhkan paling sedikit 25 kg gabah kering benih.
“Jadi untuk benih bantuan langsung didatangkan oleh pihak yang ditunjuk oleh pemerintah pusat, untuk penyaluran ke petani itu dilakukan oleh pengurus kelompok tani,” jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :