Bantuan stimulan perumahan swadaya diusulkan naik
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 21:28 WIB
Bantuan stimulan perumahan swadaya diusulkan naik
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengusulkan kenaikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan peningkatan Rp1,5 juta hingga Rp4 juta untuk satu unit rumah yang membutuhkan bantuan.
Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Anshari mengatakan, kegiatan BSPS ini sendiri terbagi menjadi dua yaitu, Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya dari sebelumnya Rp6 juta diusulkan menjadi Rp7,5 juta dan Pembangunan Baru Rumah Swadaya dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta.
"Kami telah mengajukan usulan kenaikan BSPS ini kepada sejumlah Anggota DPR RI Komisi V, kenaikan harga satuan untuk pembangunan baru rumah swadaya dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta itu untuk rumah yang rusak berat, yaitu rusak atap, lantai dan dinding," kata Jamil usai menghadiri agenda pembahasan penyesuaian RKA-KL TA 2013 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (4/10/2012) malam.
Dia memaparkan, untuk rencana kegiatan Penyediaan Rumah Swadaya Tahun 2013 khususnya pembangunan baru rumah swadaya targetnya 196.748 unit rumah dengan kriterianya adalah rumah yang rusak berat. Sedangkan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya targetnya adalah 20.000 unit rumah.
Dalam kesempatan yang sama Anggota DPR RI Komis V Yosep Umar Hadi mengingatkan Kemenpera, tentang jumlah unit rumah yang mendapatkan bantuan dengan adanya kenaikan BSPS.
"Perlu dicermati lagi apakah dengan adanya kenaikan harga satuan untuk kegiatan BSPS ini akan berdampak pada jumlah unit rumah, berkurang atau sama jumlahnya dengan tahun sebelumnya," ujar Yosep.
Sekretaris Kemenpera Iskandar Saleh mengatakan, jumlah unit rumah yang akan mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya tetap sama.
"Kemenpera tetap mengupayakan agar jumlah unit bantuan sosial sama dengan tahun sebelumnya," terang Iskandar.
Selain hal itu, dalam pertemuan tersebut, juga disepakati penghematan anggaran dari pemotongan perjalanan dinas Kemenpera sebesar 15 persen untuk dialihkan menjadi belanja modal sebesar Rp32,254 miliar.
Sementara alokasi anggaran Kemenpera dalam RAPBN Tahun Anggaran 2013 setelah dilakukan penghematan anggaran menjadi sebesar Rp7,877 triliun.
Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Jamil Anshari mengatakan, kegiatan BSPS ini sendiri terbagi menjadi dua yaitu, Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya dari sebelumnya Rp6 juta diusulkan menjadi Rp7,5 juta dan Pembangunan Baru Rumah Swadaya dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta.
"Kami telah mengajukan usulan kenaikan BSPS ini kepada sejumlah Anggota DPR RI Komisi V, kenaikan harga satuan untuk pembangunan baru rumah swadaya dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta itu untuk rumah yang rusak berat, yaitu rusak atap, lantai dan dinding," kata Jamil usai menghadiri agenda pembahasan penyesuaian RKA-KL TA 2013 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (4/10/2012) malam.
Dia memaparkan, untuk rencana kegiatan Penyediaan Rumah Swadaya Tahun 2013 khususnya pembangunan baru rumah swadaya targetnya 196.748 unit rumah dengan kriterianya adalah rumah yang rusak berat. Sedangkan untuk peningkatan kualitas rumah swadaya targetnya adalah 20.000 unit rumah.
Dalam kesempatan yang sama Anggota DPR RI Komis V Yosep Umar Hadi mengingatkan Kemenpera, tentang jumlah unit rumah yang mendapatkan bantuan dengan adanya kenaikan BSPS.
"Perlu dicermati lagi apakah dengan adanya kenaikan harga satuan untuk kegiatan BSPS ini akan berdampak pada jumlah unit rumah, berkurang atau sama jumlahnya dengan tahun sebelumnya," ujar Yosep.
Sekretaris Kemenpera Iskandar Saleh mengatakan, jumlah unit rumah yang akan mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya tetap sama.
"Kemenpera tetap mengupayakan agar jumlah unit bantuan sosial sama dengan tahun sebelumnya," terang Iskandar.
Selain hal itu, dalam pertemuan tersebut, juga disepakati penghematan anggaran dari pemotongan perjalanan dinas Kemenpera sebesar 15 persen untuk dialihkan menjadi belanja modal sebesar Rp32,254 miliar.
Sementara alokasi anggaran Kemenpera dalam RAPBN Tahun Anggaran 2013 setelah dilakukan penghematan anggaran menjadi sebesar Rp7,877 triliun.
(gpr)
Lihat Juga :