Sapi kurban di Depok capai Rp167 juta/ekor
Minggu, 07 Oktober 2012 - 15:04 WIB
Sapi kurban di Depok capai Rp167 juta/ekor
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Hari Raya Idul Adha, para pedagang lapak hewan kurban mulai ramai dijumpai di Depok, Jawa Barat. Hal yang tak biasa justru terlihat di lapak hewan ternak milik H Doni di Jalan Akses UI, Kelapa Dua, Depok.
Awalnya, outlet Doni di Jalan Akses UI adalah sebuah showroom motor milik pribadi. Namun, menjelang Idul Adha, showroom seluas 1000m2 itu disulap menjadi mal sapi. Konsep ini diakui Doni mampu mendongkrak penjualan.
Selain hadirnya ratusan sapi ukuran besar di outlet Doni, kehadiran ladies coboy juga menjadi daya tarik lainnya. Setidaknya 500 sapi lokal maupun sapi import tersedia di satu outlet ini.
Doni memiliki enam outlet dan tiap outlet menyediakan sekitar 500 sapi. Jenis sapi yang disediakan antara lain black angel, limosin, sapi lokal dari Jawa, Dompu dan Bali. Kisaran harga antara Rp10 juta untuk sapi lokal dan Rp167 juta untuk sapi impor jenis Fish Holland (FH).
Di peternakan miliknya, Doni sengaja melakukan inseminasi buatan (IB) antara sapi betina lokal dengan sapi asal Belanda. Dibutuhkan setidaknya sembilan bulan untuk menernakkan sapi jenis FH ini. Setelah berusia cukup barulah sapi-sapi itu dijual.
Doni baru berani menjual sapi FH setelah usianya di atas dua tahun dengan alasan menjaga kualitas. Bobotnya mencapai 1,5 ton. "Hanya ada enam sapi FH dan semua sudah sold out," kata Doni.
Bergelut puluhan tahun di dunia peternakan membuat dirinya memahami betul cara menernakkan sapi-sapi. Termasuk sapi FH yang harganya fantastis hingga mencapai Rp167 juta atau seharga satu unit mobil keluarga.
Tingginya harga sapi IB membuat Doni tak berani spekulasi untuk menernakkan banyak sapi FH. Selain karena pangsa pasarnya terbatas, dirinya juga sangat menjaga kualitas hasil ternak. "Lebih baik sedikit tapi terawat dengan baik daripada banyak tapi hasilnya tidak sebaik sekarang," jelasnya.
Doni sudah 20 tahun menjalani dunia peternakan. Namun baru tiga tahun belakangan dirinya melirik pangsa pasar sapi FH. Selain perlu perawatan ekstra, sapi FH memiliki kelebihan dari segi bobot. Hal itulah yang membuat Doni tertarik menernakkan sapi IB jenis FH. Bibit sapi FH didatangkan langsung dari Belanda kemudian disuntikkan ke sapi wanita lokal yang juga hasil IB.
"Harga bibitnya cukup fantastis, sekitar Rp25 juta per tabung, tidak semua sapi betina yang ada cocok dengan bibit sapi FH asal Belanda. Karena kalau dikawinkan dengan sapi betina lokal bukan IB, maka hasilnya tidak sebaik yang diharapkan. Setelah diinseminasi, berhasil dan kami ternakkan beberapa saja. Tidak ada yang gagal," ujarnya.
Namun, keenam sapi FH yang diternakkan Doni tidak sempat dibawa ke outlet karena sudah laku dipesan. "Semua sudah dibeli. Ada dari pengusaha Cirebon dan sekitarnya. Pelanggan saya sudah tahu kualitas sapi di sini," klaim dia.
Doni mengklaim sapi-sapinya sudah tersertifikasi dari dinas kesehatan dan selalu mendapat perawatan dari dokter hewan. "Saya punya lima dokter hewan. Peternakan ada di Kecamatan Tapos, Depok. Semua sapi yang sudah keluar peternakan sudah pasti sehat dan terjaga kualitasnya," ujar Doni.
Awalnya, outlet Doni di Jalan Akses UI adalah sebuah showroom motor milik pribadi. Namun, menjelang Idul Adha, showroom seluas 1000m2 itu disulap menjadi mal sapi. Konsep ini diakui Doni mampu mendongkrak penjualan.
Selain hadirnya ratusan sapi ukuran besar di outlet Doni, kehadiran ladies coboy juga menjadi daya tarik lainnya. Setidaknya 500 sapi lokal maupun sapi import tersedia di satu outlet ini.
Doni memiliki enam outlet dan tiap outlet menyediakan sekitar 500 sapi. Jenis sapi yang disediakan antara lain black angel, limosin, sapi lokal dari Jawa, Dompu dan Bali. Kisaran harga antara Rp10 juta untuk sapi lokal dan Rp167 juta untuk sapi impor jenis Fish Holland (FH).
Di peternakan miliknya, Doni sengaja melakukan inseminasi buatan (IB) antara sapi betina lokal dengan sapi asal Belanda. Dibutuhkan setidaknya sembilan bulan untuk menernakkan sapi jenis FH ini. Setelah berusia cukup barulah sapi-sapi itu dijual.
Doni baru berani menjual sapi FH setelah usianya di atas dua tahun dengan alasan menjaga kualitas. Bobotnya mencapai 1,5 ton. "Hanya ada enam sapi FH dan semua sudah sold out," kata Doni.
Bergelut puluhan tahun di dunia peternakan membuat dirinya memahami betul cara menernakkan sapi-sapi. Termasuk sapi FH yang harganya fantastis hingga mencapai Rp167 juta atau seharga satu unit mobil keluarga.
Tingginya harga sapi IB membuat Doni tak berani spekulasi untuk menernakkan banyak sapi FH. Selain karena pangsa pasarnya terbatas, dirinya juga sangat menjaga kualitas hasil ternak. "Lebih baik sedikit tapi terawat dengan baik daripada banyak tapi hasilnya tidak sebaik sekarang," jelasnya.
Doni sudah 20 tahun menjalani dunia peternakan. Namun baru tiga tahun belakangan dirinya melirik pangsa pasar sapi FH. Selain perlu perawatan ekstra, sapi FH memiliki kelebihan dari segi bobot. Hal itulah yang membuat Doni tertarik menernakkan sapi IB jenis FH. Bibit sapi FH didatangkan langsung dari Belanda kemudian disuntikkan ke sapi wanita lokal yang juga hasil IB.
"Harga bibitnya cukup fantastis, sekitar Rp25 juta per tabung, tidak semua sapi betina yang ada cocok dengan bibit sapi FH asal Belanda. Karena kalau dikawinkan dengan sapi betina lokal bukan IB, maka hasilnya tidak sebaik yang diharapkan. Setelah diinseminasi, berhasil dan kami ternakkan beberapa saja. Tidak ada yang gagal," ujarnya.
Namun, keenam sapi FH yang diternakkan Doni tidak sempat dibawa ke outlet karena sudah laku dipesan. "Semua sudah dibeli. Ada dari pengusaha Cirebon dan sekitarnya. Pelanggan saya sudah tahu kualitas sapi di sini," klaim dia.
Doni mengklaim sapi-sapinya sudah tersertifikasi dari dinas kesehatan dan selalu mendapat perawatan dari dokter hewan. "Saya punya lima dokter hewan. Peternakan ada di Kecamatan Tapos, Depok. Semua sapi yang sudah keluar peternakan sudah pasti sehat dan terjaga kualitasnya," ujar Doni.
(gpr)
Lihat Juga :