PLN EPI Kebut Ekosistem Biohidrogen, Optimalkan 60 Juta Ton Biomassa
Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:41 WIB
loading...
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia, Hokkop Situngkir Dalam paparannya yang bertajuk PLN EPI Bioenergy: Transforming Indonesias Biomass Advantage into a Low-Carbon Hydrogen Industry. FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mempercepat pengembangan ekosistem biohidrogen berbasis biomassa sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional dan pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) 2060. Perusahaan menilai masih terdapat sekitar 60 juta ton biomassa yang belum dimanfaatkan setiap tahun dan berpotensi menjadi bahan baku energi rendah karbon bernilai tambah.
"PLN EPI bertugas memastikan seluruh molekul energi yang dibutuhkan pembangkit tersedia. Ke depan kami tidak hanya berbicara energi fosil, tetapi juga biomassa, bioenergi, hidrogen, dan amonia sebagai bagian dari transisi energi nasional," kata Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: 93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Hokkop menyampaikan, Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 80 juta ton per tahun, namun baru sekitar 20 juta ton yang telah dimanfaatkan. Menurut dia, sisa sekitar 60 juta ton biomassa membuka peluang besar untuk dikembangkan menjadi biohidrogen, biochar, biogas, biomethane, serta berbagai produk bioenergi lain yang dapat mendukung dekarbonisasi sektor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain biomassa padat, Indonesia juga memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME). Limbah tersebut dinilai berpotensi menjadi bahan baku pengembangan biogas dan biohidrogen, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan sekaligus memperluas diversifikasi energi bersih.
"PLN EPI bertugas memastikan seluruh molekul energi yang dibutuhkan pembangkit tersedia. Ke depan kami tidak hanya berbicara energi fosil, tetapi juga biomassa, bioenergi, hidrogen, dan amonia sebagai bagian dari transisi energi nasional," kata Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: 93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Hokkop menyampaikan, Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 80 juta ton per tahun, namun baru sekitar 20 juta ton yang telah dimanfaatkan. Menurut dia, sisa sekitar 60 juta ton biomassa membuka peluang besar untuk dikembangkan menjadi biohidrogen, biochar, biogas, biomethane, serta berbagai produk bioenergi lain yang dapat mendukung dekarbonisasi sektor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain biomassa padat, Indonesia juga memiliki sekitar 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME). Limbah tersebut dinilai berpotensi menjadi bahan baku pengembangan biogas dan biohidrogen, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan sekaligus memperluas diversifikasi energi bersih.
Lihat Juga :