4 hari tak produksi, Pertamina merugi Rp5,2 M
Minggu, 07 Oktober 2012 - 18:54 WIB
4 hari tak produksi, Pertamina merugi Rp5,2 M
A
A
A
Sindonews.com - Pertamina EP Region Jawa merilis kerugian material akibat aksi unjuk rasa buruh migas yang dilakukan pekan lalu. Aksi unjuk rasa yang dilakukan selama tiga hari tersebut, membuat Pertamina EP Region Jawa mengalami kerugian hingga Rp5,2 miliar.
Manager Humas Pertamina EP Region Jawa, Agus Amperianto mengatakan kerugian yang dialami oleh Pertamina, dikarenakan fasilitas produksi migas dimatikan oleh pengunjuk rasa.
"Kami menghargai kemerdekaan dalam menyatakan pendapat. Namun demikian, kami sangat menyayangkan kekerasan yang dilakukan dalam aksi buruh migas. Apalagi terjadi tindakan intimidasi, pemukulan hingga menghentikan oeprasi migas di fasilitas produksi yang merupakan obyek vital nasional," katanya, Minggu (7/10/2012).
Agus menjelaskan, kerugian yang dialami oleh Pertamina EP Region Jawa adalah tidak dapat memproduksi minyak mentah atau crude oil yang tersimpan di dalam sejumlah sumur-sumur migas. Setiap hari, produksi minyak mentah sebesar 1.516 barel minyak.
Akibat aksi unjuk rasa, 80 sumur migas yang berada di kawasan Pertamina EP Region Jawa tidak dapat berproduksi. Hal itu dikarenakan di stasiun kompresor gas Mundu, tidak terdapat aktivitas karena ada pemblokiran dan mematikan fasilitas produksi oleh pengunjuk rasa.
Akibat hal ini, proses produksi minyak mentah tidak dapat dilakukan.Apalagi, proses pengangkatan minyak mentah dari sumur-sumur migas harus menggunakan kompresor gas. Dari kalkulasi tersebut, yakni tidak dapat berproduksi selama empat hari, kerugian setiap harinya mencapai Rp5,2 miliar dengan asumsi setiap harinya mengalami kerugian sebesar Rp1,3 miliar.
Selain itu kerugian lainnya adalah tidak dapat beraktivitasnya sejumlah karyawan akibat sejumlah pintu masuk sejumlah gedung milik Pertamina EP region Jawa Mundu dan Pertamina EP Region Jawa field Jatibarang.Pasalnya, pintu masuk ditutup oleh sejumlah kendaraan berat yakni crane dan trailer.
Agus menjelaskan, produksi minyak mentah di Pertamina EP Region Jawa tersebut dilakukan dengan menggunakan kompresor gas. Minyak mentah yang ada di sejumlah sumur migas, langsung dikumpulkan di stasiun pengumpul utama (SPU) A dan B sebelum ditarik menggunakan kompresor gas.
Setelah itu, minyak mentah dialirkan melalui pipa-pipa milik Pertamina menuju Pertamina refenery unit (RU) VI Balongan. Minyak mentah dari sumur migas di kabupaten Indramayu digunakan untuk keperluan migas di Pertamina Cilacap dan Balongan.
Sementara itu, Heri Aminoto Asisten manager operasi dan produksi Pertamina EP Region Jawa field Jatibarang mengatakan untuk mengaktifkan kembali mesin-mesin dalam stasiun elpiji, membutuhkan waktu 1-2 hari. Proses yang dilakukan juga tidak dapat dilakukan secara cepat. "Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk kembali melakukan aktivitas produksi secara normal," katanya.
Manager Humas Pertamina EP Region Jawa, Agus Amperianto mengatakan kerugian yang dialami oleh Pertamina, dikarenakan fasilitas produksi migas dimatikan oleh pengunjuk rasa.
"Kami menghargai kemerdekaan dalam menyatakan pendapat. Namun demikian, kami sangat menyayangkan kekerasan yang dilakukan dalam aksi buruh migas. Apalagi terjadi tindakan intimidasi, pemukulan hingga menghentikan oeprasi migas di fasilitas produksi yang merupakan obyek vital nasional," katanya, Minggu (7/10/2012).
Agus menjelaskan, kerugian yang dialami oleh Pertamina EP Region Jawa adalah tidak dapat memproduksi minyak mentah atau crude oil yang tersimpan di dalam sejumlah sumur-sumur migas. Setiap hari, produksi minyak mentah sebesar 1.516 barel minyak.
Akibat aksi unjuk rasa, 80 sumur migas yang berada di kawasan Pertamina EP Region Jawa tidak dapat berproduksi. Hal itu dikarenakan di stasiun kompresor gas Mundu, tidak terdapat aktivitas karena ada pemblokiran dan mematikan fasilitas produksi oleh pengunjuk rasa.
Akibat hal ini, proses produksi minyak mentah tidak dapat dilakukan.Apalagi, proses pengangkatan minyak mentah dari sumur-sumur migas harus menggunakan kompresor gas. Dari kalkulasi tersebut, yakni tidak dapat berproduksi selama empat hari, kerugian setiap harinya mencapai Rp5,2 miliar dengan asumsi setiap harinya mengalami kerugian sebesar Rp1,3 miliar.
Selain itu kerugian lainnya adalah tidak dapat beraktivitasnya sejumlah karyawan akibat sejumlah pintu masuk sejumlah gedung milik Pertamina EP region Jawa Mundu dan Pertamina EP Region Jawa field Jatibarang.Pasalnya, pintu masuk ditutup oleh sejumlah kendaraan berat yakni crane dan trailer.
Agus menjelaskan, produksi minyak mentah di Pertamina EP Region Jawa tersebut dilakukan dengan menggunakan kompresor gas. Minyak mentah yang ada di sejumlah sumur migas, langsung dikumpulkan di stasiun pengumpul utama (SPU) A dan B sebelum ditarik menggunakan kompresor gas.
Setelah itu, minyak mentah dialirkan melalui pipa-pipa milik Pertamina menuju Pertamina refenery unit (RU) VI Balongan. Minyak mentah dari sumur migas di kabupaten Indramayu digunakan untuk keperluan migas di Pertamina Cilacap dan Balongan.
Sementara itu, Heri Aminoto Asisten manager operasi dan produksi Pertamina EP Region Jawa field Jatibarang mengatakan untuk mengaktifkan kembali mesin-mesin dalam stasiun elpiji, membutuhkan waktu 1-2 hari. Proses yang dilakukan juga tidak dapat dilakukan secara cepat. "Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan untuk kembali melakukan aktivitas produksi secara normal," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :