Custom bicycles bisa seharga Mobil
Senin, 08 Oktober 2012 - 12:00 WIB
Custom bicycles bisa seharga Mobil
A
A
A
Sindonews.com - Custom bike selama ini identik dengan motor besar dan mobil yang dipermak menjadi kendaraan yang garang. Ternyata urusan custom juga bisa dilakukan untuk sepeda onthel.Tak ayal untuk membuat custom bicycles ini bisa menghabiskan hingga puluhan juta.
Salah seorang penggemar custom bicycles, M Andre Alkahfi mengaku sudah tujuh tahun hobi mengotak-atik sepeda onthel menjadi custom bicycles. Hampir semua sepeda bisa dikreasikan sesuai dengan selera pemiliknya. Namun kebanyakan sepeda asal Jepang, Amerika dan Belanda yang paling diminati.
Untuk sepeda low hider asal Jepang, harga original biasanya dibeli Rp500 ribu. Sepeda ini kemudian dipermak dengan desain dan bentuk yang sesuai dengan keinginan sang pemiliknya. Untuk membuat menjadi sepeda yang tampilannya nyantrik, kerap harus mengeluarkan hingga jutaan rupiah.
“Tak terhingga untuk biaya, tergantung kita,” jelas Andre disela Custom Bike Contest di Jogjakarta Expo Center (JEC), Senin (8/10/2012).
Menurutnya, ide awal membuat custom bicycles dilakukan sejak masih sekolah. Saat itu dia tertarik dengan sepeda seperti itu setelah melihat di internet. Dari sanalan warga Cipondoh Tangerang ini mulai mencari dan membuat sepeda unik.
Awalnya cukup sulit mendapatkan sepeda original dari luar negeri, namun kini banyak pedagang dan toko yang menjual. Termasuk bengkel yang siap untuk memodifikasi.
Salah satu sepeda yang dimiliki Andre, dibuat dengan menghabiskan dana hingga Rp50 juta. Setelah sepeda jadi biasanya dikombinasikan dengan warna dan piranti yang mengikuti perkembangan jaman. “Itu mahal karena saya krom dengan emas asli,” tuturnya.
Dana yang dikeluarkan ini, sangatlah mahal jika hanya melihat dari sepeda yang dihasilkan. Apalagi sepeda seharga ini sulit untuk dijual lagi. Mereka yang mau membeli, biasanya karena memang hobi dan mengoleksi.
Sedangkan untuk ajang kontes, hadiah dengan akomodasi tidak sebanding. “Daripada beli sepeda, itu sudah dapat mobil kan. Makanya ini karena hobi saja,” jelasnya.
Peserta yang lain, Dhanu mengaku sudah ada komunitas custom bicycles baik secara nasional ataupun lokal. Biasanya komunitas ini kerap bertemu dalam ajang custom bike yang kerap digelar di beberapa kota.
Ajang seperti ini kerap ditunggu dan menjadi ajang untuk saling berbagi tips, perawatan, dan pernak-pernik tentang sepeda sendiri. “Setiap ada kontes, kita kerap ikut khususnya di Jawa,” ujar Dhanu.
Salah seorang penggemar custom bicycles, M Andre Alkahfi mengaku sudah tujuh tahun hobi mengotak-atik sepeda onthel menjadi custom bicycles. Hampir semua sepeda bisa dikreasikan sesuai dengan selera pemiliknya. Namun kebanyakan sepeda asal Jepang, Amerika dan Belanda yang paling diminati.
Untuk sepeda low hider asal Jepang, harga original biasanya dibeli Rp500 ribu. Sepeda ini kemudian dipermak dengan desain dan bentuk yang sesuai dengan keinginan sang pemiliknya. Untuk membuat menjadi sepeda yang tampilannya nyantrik, kerap harus mengeluarkan hingga jutaan rupiah.
“Tak terhingga untuk biaya, tergantung kita,” jelas Andre disela Custom Bike Contest di Jogjakarta Expo Center (JEC), Senin (8/10/2012).
Menurutnya, ide awal membuat custom bicycles dilakukan sejak masih sekolah. Saat itu dia tertarik dengan sepeda seperti itu setelah melihat di internet. Dari sanalan warga Cipondoh Tangerang ini mulai mencari dan membuat sepeda unik.
Awalnya cukup sulit mendapatkan sepeda original dari luar negeri, namun kini banyak pedagang dan toko yang menjual. Termasuk bengkel yang siap untuk memodifikasi.
Salah satu sepeda yang dimiliki Andre, dibuat dengan menghabiskan dana hingga Rp50 juta. Setelah sepeda jadi biasanya dikombinasikan dengan warna dan piranti yang mengikuti perkembangan jaman. “Itu mahal karena saya krom dengan emas asli,” tuturnya.
Dana yang dikeluarkan ini, sangatlah mahal jika hanya melihat dari sepeda yang dihasilkan. Apalagi sepeda seharga ini sulit untuk dijual lagi. Mereka yang mau membeli, biasanya karena memang hobi dan mengoleksi.
Sedangkan untuk ajang kontes, hadiah dengan akomodasi tidak sebanding. “Daripada beli sepeda, itu sudah dapat mobil kan. Makanya ini karena hobi saja,” jelasnya.
Peserta yang lain, Dhanu mengaku sudah ada komunitas custom bicycles baik secara nasional ataupun lokal. Biasanya komunitas ini kerap bertemu dalam ajang custom bike yang kerap digelar di beberapa kota.
Ajang seperti ini kerap ditunggu dan menjadi ajang untuk saling berbagi tips, perawatan, dan pernak-pernik tentang sepeda sendiri. “Setiap ada kontes, kita kerap ikut khususnya di Jawa,” ujar Dhanu.
(gpr)