BEI klaim BUMN yang IPO lebih sukses
Senin, 08 Oktober 2012 - 14:36 WIB
BEI klaim BUMN yang IPO lebih sukses
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim banyak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sukses ketika sudah melantai di Bursa.
Direktur Utama BEI, Ito Warsito menyebutkan, dari 18 perusahaan BUMN yang sudah IPO selama 21 tahun keberadaan BEI, sebagian besar menunjukkan kinerja yang lebih baik ketimbang ketika mereka belum IPO.
Menurut dia, hanya dua perusahaan BUMN yang kurang berhasil menunjukkan kinerja yang lebih baik setelah tercatat sebagai perusahaan publik. "Yang tidak berhasil hanya Kimia Farma dan Indofarma," akunya di Gedung BEI Jakarta, Senin (8/10/2012).
Sementara, sambung Ito, 16 perusahaan BUMN lainnya telah menunjukkan kecenderungan yang lebih baik setelah mereka malakukan IPO."Selain dua itu (Kimia Farma dan Indofarma), kinerja lainnya bagus. Contohnya BRI, Telkom, PGN baik dan kinerjanya signifikan semua sukses," tandasnya.
Bursa menilai, lemahnya dukungan Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih menjadi hambatan utama untuk melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan BUMN.
"Kendalanya di DPR dan kita dapat katakan bahwa proses di DPR menghambat IPO," ujar Ito. Saat ini, dari 140 BUMN, jumlah BUMN yang baru melantai di Bursa hanya 18 perusahaan. Untuk tahun ini, dari target sebelumnya sekitar lima BUMN termasuk diantaranya dua anak perusahaan BUMN diperkirakan tidak tercapai.
Dari target tersebut, kemungkinan hanya satu BUMN yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa pada tahun ini. BUMN yang dimaksud adalah PT Waskita Karya. Perusahaan ini rencananya akan melapas 35 persen saham dengan target dana Rp900 miliar-1 triliun pada saat IPO.
Direktur Utama BEI, Ito Warsito menyebutkan, dari 18 perusahaan BUMN yang sudah IPO selama 21 tahun keberadaan BEI, sebagian besar menunjukkan kinerja yang lebih baik ketimbang ketika mereka belum IPO.
Menurut dia, hanya dua perusahaan BUMN yang kurang berhasil menunjukkan kinerja yang lebih baik setelah tercatat sebagai perusahaan publik. "Yang tidak berhasil hanya Kimia Farma dan Indofarma," akunya di Gedung BEI Jakarta, Senin (8/10/2012).
Sementara, sambung Ito, 16 perusahaan BUMN lainnya telah menunjukkan kecenderungan yang lebih baik setelah mereka malakukan IPO."Selain dua itu (Kimia Farma dan Indofarma), kinerja lainnya bagus. Contohnya BRI, Telkom, PGN baik dan kinerjanya signifikan semua sukses," tandasnya.
Bursa menilai, lemahnya dukungan Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih menjadi hambatan utama untuk melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan BUMN.
"Kendalanya di DPR dan kita dapat katakan bahwa proses di DPR menghambat IPO," ujar Ito. Saat ini, dari 140 BUMN, jumlah BUMN yang baru melantai di Bursa hanya 18 perusahaan. Untuk tahun ini, dari target sebelumnya sekitar lima BUMN termasuk diantaranya dua anak perusahaan BUMN diperkirakan tidak tercapai.
Dari target tersebut, kemungkinan hanya satu BUMN yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa pada tahun ini. BUMN yang dimaksud adalah PT Waskita Karya. Perusahaan ini rencananya akan melapas 35 persen saham dengan target dana Rp900 miliar-1 triliun pada saat IPO.
(rna)
Lihat Juga :