Produksi bawang merah Bantaeng capai 11 ton/ha

Senin, 08 Oktober 2012 - 14:59 WIB
Produksi bawang merah...
Produksi bawang merah Bantaeng capai 11 ton/ha
A A A
Sindonews.com - Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bantaeng mencatat produksi bawang merah di Kabupaten Bantaeng mencapai 8-11 ton per Hektare (Ha) per tiga bulan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Hortikultura Dispertanak Bantaeng Suaib Pance, saat ditemui di kantornya, Senin (8/10/2012).

Menurut dia, pihaknya mengembangkan bawang merah pada daerah dataran tinggi khususnya di Kecamatan Ulu Ere, yang memiliki potensi lahan seluas 800 Ha. “Artinya, Bantaeng bisa memasok sekira ribuan ton untuk satu kali masa panen,” ujar Suaib.

Potensi ini, kata dia, menjadi penyangga perekonomian masyrakat Ulu Ere. Tidak heran, jika petani di daerah ini memiliki tingkat perekonomian yang lumayan tinggi. Bahkan, ada beberapa petani yang sudah menunaikan ibadah haji dengan potensi ini.

Dia menambahkan, saat ini bawang merah yang ditanam adalah bawang jenis dataran tinggi jenis Philips, yang bibitnya diproduksi langsung di Bantaeng. Mengenai nilai jual tidak stabil, dan terkadang fluktuatif.

Tidak hanya bawang, potensi hortikultura yang paling tinggi nilai jualnya adalah tanaman kentang. Tanaman ini memiliki nilai jual yang tetap.

Hingga saat ini, produksi bawang merah di Bantaeng masih terbilang tinggi dari daerah lainnya. Apalagi, Bantaeng juga merupakan daerah yang memasok bawang merah ke beberapa daerah lain.

Selain Bantaeng, masih ada tiga derah lainnya yang menjadi saingan sentra produksi hortikultura. Tiga daerah itu adalah Gowa, Tana Toraja dan Enrekang.

“Kalau musim kemarau ini, tidak ada pengaruhnya dengan bawang merah, karena petani sudah memanen, dan baru akan melakukan penanaman kembali,” ujar Suaib.

Salah seorang petani bawang merah asal Kecamatan Ulu Ere Bahar, mengaku bisa mendapatkan upah bersih senilai Rp5-10 juta per tiga bulan. Tergantung dengan harga bawang di pasaran lokal.

“Nilai jual yang tidak tetap karena banyaknya stok bawang dari daerah lain. Beberapa di antaranya adalah bawang yang ada di pasaran luar Sulsel,” jelas Bahar.

Sebelumnya, Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah mengatakan, sejauh ini pemerintah kabupaten Bantaeng terus mendorong upaya untuk membangun sistem pertanian tanpa pupuk berbahan kimia. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk pengembangan produksi hortikultura di Bantaeng.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kebijakan FKPM: Masyarakat...
Kebijakan FKPM: Masyarakat Dilarang Serobot Kebun Inti Perusahaan
Capai 86.832 Hektar,...
Capai 86.832 Hektar, Jawa Barat Provinsi dengan Perkebunan Teh Terluas di Indonesia
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Mitigasi Perubahan Iklim,...
Mitigasi Perubahan Iklim, Program CSR Sambu Group Lindungi Perkebunan Kelapa Rakyat
Hari Perkebunan Nasional,...
Hari Perkebunan Nasional, Arum Sabil Minta Pemerintah Lirik Bio Energi Perkebunan
PTPN XIV Unit Kebun...
PTPN XIV Unit Kebun Awaya Rencana Ganti Komoditas
Berita Terkini
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
10 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved