2015, OJK minta gedung baru

Senin, 08 Oktober 2012 - 15:36 WIB
2015, OJK minta gedung...
2015, OJK minta gedung baru
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Muliaman D Hadad mengeluhkan sarana dan prasarana, atau tepatnya ruang kerja yang belum memadai. Ini disampaikan dalam rapat pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Dalam paparannya, Muliaman menyebutkan ruang kerja harus terealisasi pada tahun 2015. Ruang kerja yang dimaksud berupa gedung dengan kapasitas 2.500-3.000 orang.

"OJK membutuhkan ruang kerja dalam suatu lokasi, yang pada 2015 sudah dapat diwujudkan, sehigga dapat menampung seluruh penjabat dan pegawai OJK," kata Muliaman di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/10/2012).

Sebelumnya, pegawai OJK akan ditempatkan di empat gedung yang berlokasi di Jakarta. Pertama, gedung Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang mampu menampung 1.039 orang. Kedua, gedung Bidakara dengan kapasitas 28 orang.

"Untuk gedung Bidakara akan disisi oleh DK OJK, para deputi dan staf pendukung," terangnya.

Ketiga, gedung Bank Indonesia untuk bidang pengawasan perbankan dengan kapasitas 1.300 orang. Selanjutnya, gedung tambahan bagi para internal audit yang hanya mampu menampung 179 orang.

Muliaman mengatakan, lokasi kantor OJK yang terpisah akan berpengaruh pada kinerja pegawai. "Dampaknya, kondisi ini akan menimbulkan pelaksanaan tugas yang tidak optimal, tidak efisien dan resiko operasional yang tinggi," tegasnya.

Setelah dibicarakan dengan DPR dan jika disetujui, menurut dia, usulan tersebut nanti akan diserahkan ke Kementerian Keuangan untuk diproses lebih lanjut. Smenetara itu, saat ini memang belum diketahui kapan pembangunan gedung itu akan dimulai. "Urusannya sama Kemenkeu itu," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
OJK Gelar Edukasi Keuangan...
OJK Gelar Edukasi Keuangan untuk Pelajar
OJK Beri Dua Stimulus...
OJK Beri Dua Stimulus Lanjutan Bagi Sektor Industri Keuangan Non Bank
Bikin Cemas Banyak Orang,...
Bikin Cemas Banyak Orang, Ini Detail Aturan Main POJK Stimulus Covid-19
OJK Pastikan Sektor...
OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Pada Level Terkendali
OJK Menyadari Pentingnya...
OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved