CSR kesehatan PLN gandeng Pfizer Indonesia
Senin, 08 Oktober 2012 - 20:21 WIB
CSR kesehatan PLN gandeng Pfizer Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB) menggandeng Pfizer Indonesia menggelar program corporate social responsibility (CSR), dalam bentuk cek kolesterol dan cek darah bagi pensiunan pekerja PLN.
Kegiatan CSR PLN DJBB dilakukan di kawasan Kantor Pusat PLN DJBB Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, kemarin. Sekitar 300 pensiunan PT PLN tercatat menjalani pemeriksaan secara cuma cuma. “Minat peserta melakukan cek kolesterol cukup tinggi, dari target 200 orang, ternyata yang datang 300 orang,” kata Manajer SDM dan Organisasi PLN DJBB Tatang.
Menurut dia, CSR PT PLN dititik beratkan pada pemeriksaan kesehatan terutama kadar kolesterol dalam tubuh. Hal itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke yang salah satu faktor penyebabnya adalah kolesterol.
Menurut dia, masyarakat baru melakukan cek kolesterol apabila terjadi keluhan. Padahal, akan lebih baik masyarakat melakukan pencegahan. Upaya itu bisa dilakukan melalui pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin. Pada kegiatan tersebut, PT PLN bekerjasama dengan Pfizer Indonesia. Sebuah perusahaan farmasi pada bidang obat-obatan tertentu.
Public Affairs & Communications Director PT Pfizer Indonesia Widyaretna Buenastuti mengatakan, keterlibatan Pfizer Indonesia tak lepas dari upayanya memberi pengetahuan kesehatan bagi masyarakat. “Kegiatan ini salah satu upaya kami mengajak masyarakat memperhatikan kesehatannya,” timpal dia.
Diakui dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan Pfizer di berbagai kota besar di Indonesia. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Semarang, Medan, dan Jakarta. Selain itu juga akan diadakan di kota Surabaya serta tiga institusi lagi di Jakarta. Program ini juga diharapkan memberikan kontribusi bagi pemerintah khususnya dalam hal edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Menurut dia, data dari Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi penyakit stroke di Indonesia mencapai 0.8 persen. Sementara menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka kematian di Indonesia akibat PJK cenderung mengalami peningkatan. Angka kematian akibat PJK diperkirakan mencapai 53,5 per 100.000 penduduk di Indonesia.
Kegiatan CSR PLN DJBB dilakukan di kawasan Kantor Pusat PLN DJBB Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, kemarin. Sekitar 300 pensiunan PT PLN tercatat menjalani pemeriksaan secara cuma cuma. “Minat peserta melakukan cek kolesterol cukup tinggi, dari target 200 orang, ternyata yang datang 300 orang,” kata Manajer SDM dan Organisasi PLN DJBB Tatang.
Menurut dia, CSR PT PLN dititik beratkan pada pemeriksaan kesehatan terutama kadar kolesterol dalam tubuh. Hal itu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan ancaman penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke yang salah satu faktor penyebabnya adalah kolesterol.
Menurut dia, masyarakat baru melakukan cek kolesterol apabila terjadi keluhan. Padahal, akan lebih baik masyarakat melakukan pencegahan. Upaya itu bisa dilakukan melalui pemeriksaan kadar kolesterol secara rutin. Pada kegiatan tersebut, PT PLN bekerjasama dengan Pfizer Indonesia. Sebuah perusahaan farmasi pada bidang obat-obatan tertentu.
Public Affairs & Communications Director PT Pfizer Indonesia Widyaretna Buenastuti mengatakan, keterlibatan Pfizer Indonesia tak lepas dari upayanya memberi pengetahuan kesehatan bagi masyarakat. “Kegiatan ini salah satu upaya kami mengajak masyarakat memperhatikan kesehatannya,” timpal dia.
Diakui dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang dilakukan Pfizer di berbagai kota besar di Indonesia. Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Semarang, Medan, dan Jakarta. Selain itu juga akan diadakan di kota Surabaya serta tiga institusi lagi di Jakarta. Program ini juga diharapkan memberikan kontribusi bagi pemerintah khususnya dalam hal edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Menurut dia, data dari Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi penyakit stroke di Indonesia mencapai 0.8 persen. Sementara menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka kematian di Indonesia akibat PJK cenderung mengalami peningkatan. Angka kematian akibat PJK diperkirakan mencapai 53,5 per 100.000 penduduk di Indonesia.
(gpr)
Lihat Juga :