Apindo: RI-Malaysia harus kendalikan harga CPO
Selasa, 09 Oktober 2012 - 18:09 WIB
Apindo: RI-Malaysia harus kendalikan harga CPO
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berpendapat, Indonesia dan Malaysia perlu melakukan kerja sama dalam pengendalian harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) agar Indonesia dan Malaysia tidak dirugikan oleh negara-negara konsumen CPO. Pasalnya, kedua negara ini merupakan produsen terbesar CPO dunia.
“Indonesia sama Malaysia itu yang menguasai 80 persen dari pasar CPO. Jadi, kita harus pegang kendali, jangan yang beli yang memegang kendali,” kata Ketua Umum Sofyan Wanandi di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Saat ini Indonesia dan Malaysia merupakan negara terbesar produsen CPO. Namun, meski mendominasi pasar CPO dunia, Indonesia dan Malaysia tidak memiliki pengaruh kuat dalam pembentukan harga CPO di pasaran dunia.
Persaingan harga diantara Indonesia dan Malaysia untuk menguasai perdagangan CPO juga membuat harga CPO sering mengalami koreksi. “Persaingan harga CPO antara Indonesia dan Malaysia membuat kita dan Malaysia sekarang ditekan terus oleh konsumen, ini harus kita kerja samakan,” kata dia.
Dengan membuat kesepakatan harga, diharapkan harga CPO tidak terus terkoreksi, sehingga baik Indonesia maupun Malaysia tidak mengalami kerugian. Selain kerja sama dalam penetapan harga, kerja sama dalam penetapan jumlah pasokan CPO, menurut Sofyan, juga dibutuhkan. Pasalnya, pasokan yang tidak terkendali berpotensi membuat harga CPO jatuh.
Kendati demikian, dia lebih menekankan perlunya penetapan harga CPO antara Indonesia dan Malaysia. “Harus kita lihat yang mana yang paing menguntungkan, tapi menurut saya lebih baik kita menekan dalam harga, jangan pasokan,” tutur dia.
“Indonesia sama Malaysia itu yang menguasai 80 persen dari pasar CPO. Jadi, kita harus pegang kendali, jangan yang beli yang memegang kendali,” kata Ketua Umum Sofyan Wanandi di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Saat ini Indonesia dan Malaysia merupakan negara terbesar produsen CPO. Namun, meski mendominasi pasar CPO dunia, Indonesia dan Malaysia tidak memiliki pengaruh kuat dalam pembentukan harga CPO di pasaran dunia.
Persaingan harga diantara Indonesia dan Malaysia untuk menguasai perdagangan CPO juga membuat harga CPO sering mengalami koreksi. “Persaingan harga CPO antara Indonesia dan Malaysia membuat kita dan Malaysia sekarang ditekan terus oleh konsumen, ini harus kita kerja samakan,” kata dia.
Dengan membuat kesepakatan harga, diharapkan harga CPO tidak terus terkoreksi, sehingga baik Indonesia maupun Malaysia tidak mengalami kerugian. Selain kerja sama dalam penetapan harga, kerja sama dalam penetapan jumlah pasokan CPO, menurut Sofyan, juga dibutuhkan. Pasalnya, pasokan yang tidak terkendali berpotensi membuat harga CPO jatuh.
Kendati demikian, dia lebih menekankan perlunya penetapan harga CPO antara Indonesia dan Malaysia. “Harus kita lihat yang mana yang paing menguntungkan, tapi menurut saya lebih baik kita menekan dalam harga, jangan pasokan,” tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :