Permintaan turun, BHP pangkas karyawan
Rabu, 10 Oktober 2012 - 10:23 WIB
Permintaan turun, BHP pangkas karyawan
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan tambang raksasa asal Australia BHP Billiton berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sektor bijih besi.
Pengurangan karyawan tersebut disebabkan melemahnya permintaan, tingginya biaya, dan lambatnya pertumbuhan China. Pemangkasan tenaga kerja di bisnis bijih besi menyusul penutupan dua tambang batu bara perusahaan yang memiliki 800 karyawan.
Hal itu menimbulkan kekhawatiran mengenai perlambatan dalam perekonomian Australia, di mana telah didukung oleh booming-nya permintaan bijih besi dan batu bara.
“Saat ini beberapa perusahaan pertambangan diperkirakan memangkas tenaga kerja, hal itu akan dilakukan dalam beberapa tahun terakhir,” jelas analis UBS Glyn Lawcock dikutip Reuters, Senin (8/10) malam.
Sebelumnya, perusahaan tambang Rio Tinto dan Xstrata juga telah mengumumkan PHK dalam sebulan terakhir. Kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan membuat Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan lalu. Ini adalah pemangkasan suku bunga acuan ketiga kalinya di lakukan RBA sepanjang tahun ini.
Pemotongan suku bunga tersebut diperkirakan berlanjut pada bulan-bulan mendatang, jika laporan lapangan pekerjaan Australia untuk September tidak menunjukkan peningkatan.
BHP menyatakan, adanya kerugian di sektor bijih besi mencerminkan lemahnya pertumbuhan sektor baja di China sehingga menyebabkan perusahaan menunda rencana ekspansi di sektor bijih besi di Port Hedland pada Agustus lalu.
Sekadarinformasi, produsen bijih besi telah terpukul oleh penurunan harga sebesar 42% dari rekor tertinggi tahun ini ke levelterendahselamatigatahun sebesar USD87 bulan lalu.
Pengurangan karyawan tersebut disebabkan melemahnya permintaan, tingginya biaya, dan lambatnya pertumbuhan China. Pemangkasan tenaga kerja di bisnis bijih besi menyusul penutupan dua tambang batu bara perusahaan yang memiliki 800 karyawan.
Hal itu menimbulkan kekhawatiran mengenai perlambatan dalam perekonomian Australia, di mana telah didukung oleh booming-nya permintaan bijih besi dan batu bara.
“Saat ini beberapa perusahaan pertambangan diperkirakan memangkas tenaga kerja, hal itu akan dilakukan dalam beberapa tahun terakhir,” jelas analis UBS Glyn Lawcock dikutip Reuters, Senin (8/10) malam.
Sebelumnya, perusahaan tambang Rio Tinto dan Xstrata juga telah mengumumkan PHK dalam sebulan terakhir. Kekhawatiran mengenai perlambatan pertumbuhan membuat Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pekan lalu. Ini adalah pemangkasan suku bunga acuan ketiga kalinya di lakukan RBA sepanjang tahun ini.
Pemotongan suku bunga tersebut diperkirakan berlanjut pada bulan-bulan mendatang, jika laporan lapangan pekerjaan Australia untuk September tidak menunjukkan peningkatan.
BHP menyatakan, adanya kerugian di sektor bijih besi mencerminkan lemahnya pertumbuhan sektor baja di China sehingga menyebabkan perusahaan menunda rencana ekspansi di sektor bijih besi di Port Hedland pada Agustus lalu.
Sekadarinformasi, produsen bijih besi telah terpukul oleh penurunan harga sebesar 42% dari rekor tertinggi tahun ini ke levelterendahselamatigatahun sebesar USD87 bulan lalu.
(gpr)
Lihat Juga :