Masalah buruh harus jadi isu utama Pemerintah

Rabu, 10 Oktober 2012 - 14:32 WIB
Masalah buruh harus...
Masalah buruh harus jadi isu utama Pemerintah
A A A
Sindonews.com - Ekonom Sampoerna School of Business Budi Soetjipto menyatakan, masalah buruh di Tanah Air seharusnya menjadi isu utama yang harus dituntaskan pemerintah.

"Ini menjadi sosial isu yang besar. Tapi pemerintah tidak menjadikan isu utama. Ini penting karena akan menjadi api dalam sekam," kata Budi di Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Dia setuju jika upah buruh harus dinaikkan. Namun, kenaikan tersebut harus proporsional agar tidak memberatkan pengusaha. Karena itu, kenaikan upah buruh, menurut dia, harus diimbangi dengan kinerja buruh yang juga baik.

"Bukan kita tak pro buruh, tapi juga harus proporsional. Kalian menuntut upah naik, bagaimana dengan kinerja," jelasnya.

Dia menuturkan, outsourcing yang juga dikeluhkan para buruh adalah dampak dari Undang-Undang (UU) No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Regulasi tersebut menyebabkan perusahaan seperti terkekang untuk mengambil keputusan antara optimalisasi kinerja dengan pengeluaran.

"Outsourcing itu dampak dari UU, karena mecat orang tidak gampang. dan revisi UU juga tidak gampang," pungkasnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menilai, upah buruh Indonesia sudah layak dibandingkan negara-negara lain di Asia. Dia menyebutkan beberapa tambahan upah yang hanya terjadi di Indonesia. "Kita sudah tinggi sekali, di Asia. Belum bicara produksi," ujar Sofjan.

Dia menjelaskan, upah tambahan diluar pokok, seperti tunjangan hari raya (THR), uang makan, dan transprotasi tidak diberlakukan di negara-negara lain. "Kita punya upah itu. Kalau untuk lihat take home pay kita, kita tambah semua. Jangan lupa upah minimum kita, di luar negeri itu tidak ada THR, gaji ke-13. Kita ada, belum lagi berbicara uang makan, transport, uang pensiun dan lain-lain," jelasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
14 menit yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
10 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
11 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
13 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
13 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved