Di Sumba BBM langka, pengecer mewabah

Rabu, 10 Oktober 2012 - 16:29 WIB
Di Sumba BBM langka,...
Di Sumba BBM langka, pengecer mewabah
A A A
Sindonews.com - Sudah lebih dari seminggu terakhir, antrean panjang kendaraan bermotor beragam jenis menjadi pemandangan rutin pada sejumlah SPBU di dua kabupaten di Pulau Sumba, NTT. BBM jenis solar dan bensin (premium) adalah yang paling sulit diperoleh warga Kabupatern Sumba Barat dan Kabupaten Sumba barat Daya.

Warga yang hendak mendapatkan BBM tidak hanya harus menunggu berjam-jam namun bahkan ada yang harus menginap bersama kendaraannya di lokasi SPBU dan sekitarnya.

“Sudah lebih dari satu minggu seperti ini, kalau begini terus kami jelas rugi dan stres," gerutu salah seorang tukang, ojek Agus di salah satu SPBU di kota Waikabubak, Rabu (10/10/2012).

Warga yang berprofesi sebagai tukang ojek dan sopir, adalah segaian warga yang paling merasakan dampak dari situasi ini. Mereka mengaku, pendapatan mereka menurun dratstis lebih dari 50 persen. “Saya biasa ojek dapat Rp50 ribu, sekarang paling tinggi Rp20 ribu saja,” imbuh Agus.

Sementara itu, petugas SPBU menjelaskan, kondisi keterbtasan pasokan BBM justru telah terasa sejak sebulan silam.

“Sudah mau hampir sebulan kondisi begini, mungkin memang Pertamina stoknya kurang. Kami sudah berusaha tidak layani pengisian dengan jerigen, tapi ada warga yang bisa saja pakai kesempatan isi dengan mobil atau motor baru dipindahkan ke jeriken atau ditimbun saat keluar SPBU,” urai Sin, petugas SPBU di Kota Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Jejeran kendaraan bermotor di seputaran areal SPBU bahkan berjubelan di pinggir jalan justru sering dengan berderetnya sejumlah pedagang bensin dan solar eceran dadakan. Mereka memanfaatkan kondisi ini untung mendulang keuntungan berlipat dengan menjual BBM. Bensin dalam kemasan botol ukuran satu liter dijual seharga Rp10 ribu.

Walau situasi antrean sudah menjadi realita saban hari, hingga menjamurnya penjual eceran dadakan, pihak Depot Pertamina wilayah Pulau Sumba, menyatakan stok BBM mencukupi juga enggan dijadikan kambing hitam.

“Stok BBM aman, hanya saja yang perlu dipertanyakan jika sampai terjadi antrian dan kelangkaan dimasyarakat adalah SPBU-nya. Bagaimana dan kepada siapa mereka menjualnya. Kami selalu memasok BBM ke SPBU cukup. Kalau sudah begini, perlu juga sikap proaktif dari pemerintah setempat,” tandas Titus Mooy, Kepala Depot Pertamina setempat, ketika ditemui terpisah di ruang kerjanya.

Ditanya apakah pihak Pertamina, menangkap adanya sinyalemen, BBM subsidi di SPBU dijual ke pelaku industri atau untuk kepentingan proyek, Titus enggan berkomentar lebih jauh. “Saya baru dua bulan bertugas, jadi tidak begitu tahu hal itu,” pungkasnya.

Sinergi antara Pertamina dan pemerintah setempat, sebenarnya sangat diperlukan dalam menyikapi persoalan ini. Bukannya saling melemparkan kesalahan atau mencari kambing hitam, toh rakyat jua tetap dalam kepanikan hingga kini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani di Wajo Sebut...
Petani di Wajo Sebut Kelangkaan BBM Subsidi Akibat Dijual Ilegal
Solar Langka, Nelayan...
Solar Langka, Nelayan di Maros Terpaksa Libur Melaut
Sorong Krisis BBM, Pertamina...
Sorong Krisis BBM, Pertamina Bantah dan Minta Warga Tak Panik
Kelangkaan BBM di Balikpapan,...
Kelangkaan BBM di Balikpapan, Pertamina Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya
Solar di Gresik Kosong,...
Solar di Gresik Kosong, Nelayan dan Petani Kelimpungan
Antrean Panjang Solar...
Antrean Panjang Solar Bersubsidi Picu Kemacetan, Pertamina Bilang Begini
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved