Kemenakertrans Keluhkan Minimnya Anggaran Padat Karya
Rabu, 10 Oktober 2012 - 17:36 WIB
Kemenakertrans Keluhkan Minimnya Anggaran Padat Karya
A
A
A
Sindonews.com - Meski Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyatakan proyek sistem padat karya merupakan salah satu program andalan dalam rangka program perluasan kesempatan kerja, khususnya di sektor luar hubungan kerja, namun anggaran Kemenakertrans terbatas untuk program padat karya ini
Direktur Jenderal Binapenta Kemenakertrans Reyna Usman mengatakan, Kemenakertrans mendapat anggaran Rp300 miliar untuk 2013. “Itupun kalau disetujui DPR. Padahal, kita membutuhkan sekitar Rp6 triliun untuk program padat karya ini,” kata Reyna di kantornya, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Untuk tahun ini saja, Kemnakertrans hanya memiliki 90 ribu paket program. Namun, Reyna bertekad untuk program padat karya 2012 akan mencapai 105 ribu paket. “Mudah-mudahan, nanti di akhir tahun baru bisa kita ketahui,” tuturnya.
Idealnya, kata dia, Dinas Tenaga Kerja di daerah membutuhkan paling tidak minimal 5 hingga 6 paket per desa, atau lebih ideal lagi 10 paket per desa. Satu paket program padat karya ini menampung 40 hingga 60 orang.
Walaupun anggaran Kemnakertrans sangat kurang, Reyna mengingatkan bahwa penganggur merupakan aset negara yang perlu diberdayakan.
"Penganggur itu kan aset, jadi ya selama ini memang harus dilakukan upaya bagaimana program padat karya ini diakui tidak saja oleh masyarakat kemudian oleh pemangku kepentingan tetapi juga harus diakui oleh seluruh bangsa bahwa kualitas dari padat karya ini bisa melipatgandakan hal-hal yang kita harus optimalisasikan," jelasnya.
Jadi, menurutnya, dalam hal ini Kemenakertrans memang harus mempromosikan padat karya ini kepada seluruh komponen lembaga baik pemerintah maupun masyarakat.
Direktur Jenderal Binapenta Kemenakertrans Reyna Usman mengatakan, Kemenakertrans mendapat anggaran Rp300 miliar untuk 2013. “Itupun kalau disetujui DPR. Padahal, kita membutuhkan sekitar Rp6 triliun untuk program padat karya ini,” kata Reyna di kantornya, Jakarta, Rabu (10/10/2012).
Untuk tahun ini saja, Kemnakertrans hanya memiliki 90 ribu paket program. Namun, Reyna bertekad untuk program padat karya 2012 akan mencapai 105 ribu paket. “Mudah-mudahan, nanti di akhir tahun baru bisa kita ketahui,” tuturnya.
Idealnya, kata dia, Dinas Tenaga Kerja di daerah membutuhkan paling tidak minimal 5 hingga 6 paket per desa, atau lebih ideal lagi 10 paket per desa. Satu paket program padat karya ini menampung 40 hingga 60 orang.
Walaupun anggaran Kemnakertrans sangat kurang, Reyna mengingatkan bahwa penganggur merupakan aset negara yang perlu diberdayakan.
"Penganggur itu kan aset, jadi ya selama ini memang harus dilakukan upaya bagaimana program padat karya ini diakui tidak saja oleh masyarakat kemudian oleh pemangku kepentingan tetapi juga harus diakui oleh seluruh bangsa bahwa kualitas dari padat karya ini bisa melipatgandakan hal-hal yang kita harus optimalisasikan," jelasnya.
Jadi, menurutnya, dalam hal ini Kemenakertrans memang harus mempromosikan padat karya ini kepada seluruh komponen lembaga baik pemerintah maupun masyarakat.
(rna)
Lihat Juga :