250 ribu bibit karet untuk petani Muaraenim
Rabu, 10 Oktober 2012 - 18:07 WIB
250 ribu bibit karet untuk petani Muaraenim
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim melalui Dinas Perkebunan (Disbun) menyediakan sebanyak 250.000 batang bibit karet bagi para kelompok tani (Koptan) yang ada di Kabupaten Muaraenim. Hingga September ini, sedikitnya 30.000 batang karet telah tersalurkan.
"Program seribu rupiah untuk satu batang bibit tanaman karet ini, sukses dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Sehingga, pada 2012 ini, program tersebut dilanjutkan kembali," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muaraenim, Mat Kasrun, di Muaraenim, Rabu (10/10/2012).
Menurut Mat Kasrun, puncak permintaan terhadap bibit karet ini diperkirakan akan terjadi pada November-Desember mendatang. Sebab, diperkirakan okulasi tanaman karet akan dilakukan pada penghujung tahun, saat memasuki musim hujan.
"Okulasi tanaman karet biasanya dilakukan pada musim penghujan. Jadi, kita perkirakan pada musim itu akan banyak permintaan bibit karet dari para kelompok tani," terang Mat Kasrun.
Mat Kasrun mengungkapkan, kendati saat ini bibit karet yang tersalurkan masih sedikit, namun permohonan dari para kelompok tani sudah melebihi kuota yang disediakan yakni 250.000 batang.
Nantinya, para kelompok tani yang ingin mengikuti program ini diharuskan memberikan usulan terlebih dahulu ke Bupati Muaraenim. Selanjutnya, akan dilakukan cek lapangan bagi setiap usulan yang disetujui oleh Dinas Perkebunan.
"Cek lapangan dilakukan untuk mengetahui kelayakan usulan bibit karet yang mereka ajukan. Bisa saja nanti bibit yang diberikan sesuai dengan usulan atau malah kurang dari yang telah diusulkan," terang dia.
Tujuan dari program ini, lanjut Mat, adalah untuk membantu para kelompok tani yang kesulitan dalam mendapatkan bibit karet. Bibit yang diberikan ini merupakan bibit yang dibuat oleh Dinas Perkebunan di Desa Lubuk Enau, Kecamatan Lembak.
"Para kelompok tani ini nantinya hanya akan mengeluarkan seribu rupiah per batang untuk membeli bibit ini," ucap Mat.
Salah satu petani di Muaraenim, Andi, menuturkan dirinya bersama kelompok tani yang lain, sangat berharap bisa mendapatkan bantuan bibit karet dari pemerintah. Sebab, selain harganya yang sangat murah, kualitas bibit yang diberikan juga reltif bagus.
"Kami sangat berharap ya, bisa menerima bibit tersebut. Sebab, harganya yang murah sangat meringankan beban petani," ucap dia.
"Program seribu rupiah untuk satu batang bibit tanaman karet ini, sukses dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Sehingga, pada 2012 ini, program tersebut dilanjutkan kembali," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muaraenim, Mat Kasrun, di Muaraenim, Rabu (10/10/2012).
Menurut Mat Kasrun, puncak permintaan terhadap bibit karet ini diperkirakan akan terjadi pada November-Desember mendatang. Sebab, diperkirakan okulasi tanaman karet akan dilakukan pada penghujung tahun, saat memasuki musim hujan.
"Okulasi tanaman karet biasanya dilakukan pada musim penghujan. Jadi, kita perkirakan pada musim itu akan banyak permintaan bibit karet dari para kelompok tani," terang Mat Kasrun.
Mat Kasrun mengungkapkan, kendati saat ini bibit karet yang tersalurkan masih sedikit, namun permohonan dari para kelompok tani sudah melebihi kuota yang disediakan yakni 250.000 batang.
Nantinya, para kelompok tani yang ingin mengikuti program ini diharuskan memberikan usulan terlebih dahulu ke Bupati Muaraenim. Selanjutnya, akan dilakukan cek lapangan bagi setiap usulan yang disetujui oleh Dinas Perkebunan.
"Cek lapangan dilakukan untuk mengetahui kelayakan usulan bibit karet yang mereka ajukan. Bisa saja nanti bibit yang diberikan sesuai dengan usulan atau malah kurang dari yang telah diusulkan," terang dia.
Tujuan dari program ini, lanjut Mat, adalah untuk membantu para kelompok tani yang kesulitan dalam mendapatkan bibit karet. Bibit yang diberikan ini merupakan bibit yang dibuat oleh Dinas Perkebunan di Desa Lubuk Enau, Kecamatan Lembak.
"Para kelompok tani ini nantinya hanya akan mengeluarkan seribu rupiah per batang untuk membeli bibit ini," ucap Mat.
Salah satu petani di Muaraenim, Andi, menuturkan dirinya bersama kelompok tani yang lain, sangat berharap bisa mendapatkan bantuan bibit karet dari pemerintah. Sebab, selain harganya yang sangat murah, kualitas bibit yang diberikan juga reltif bagus.
"Kami sangat berharap ya, bisa menerima bibit tersebut. Sebab, harganya yang murah sangat meringankan beban petani," ucap dia.
(gpr)
Lihat Juga :