TIME bidik transaksi USD17,3 juta
Kamis, 11 Oktober 2012 - 10:36 WIB
TIME bidik transaksi USD17,3 juta
A
A
A
Sindonews.com - Transaksi Pameran Pasar Wisata Indonesia atau Tourism Indonesia Mart and Expo (TIME) 2012 ditargetkan mencapai USD17,3 juta atau naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD15,7 juta.
Ajang yang difasilitasi Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini diyakini mampu memperluas jejaring pasar industri pariwisata dalam negeri hingga mancanegara.
Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf M Faried mengatakan, TIME sebagai salah satu bursa pariwisata tertua di Indonesia merupakan media penting dalam mempromosikan produk pariwisata Indonesia sekaligus mengenalkan Indonesia sebagai destinasi wisata internasional.
Dengan konsep business to business (B to B), TIME ke-18 kali ini juga diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke berbagai destinasi di Indonesia. ”Indonesia dengan daya tarik wisata yang beragam juga sangat potensial dijadikan lokasi investasi pariwisata,” ujar Faried di Bandar Lampung kemarin.
Tercatat sebanyak 64 industri pariwisata Indonesia dari 16 provinsi berpartisipasi dalam TIME 2012 yang diselenggarakan di Graha Wangsa, Bandar Lampung, 8–11 Oktober 2012.
Mereka terdiri atas hotel, biro perjalanan wisata, maskapai, dan dinas pariwisata daerah, yang akan mempromosikan atau menjual produk pariwisata kepada 83 buyers dari 27 negara antara lain Singapura, India, Inggris, Belanda, Uni Emirat Arab, Israel, hingga Afrika Selatan.
”Mereka adalah buyer yang berpotensi menjual produk dan jasa pariwisata Indonesia di pasarnya masing-masing,” ucap Ketua Pelaksana TIME 2012 Meity Robot.
Vice President Marketing Merpati Nusantara Airlines R Junaidi mengatakan, pihaknya menargetkan nilai transaksi sebesar Rp1 miliar selama tiga hari penyelenggaraan TIME 2012.
Produk utama yang ditawarkan adalah perjalanan dengan grup (group series) dan paket-paket wisata. Terlebih, saat ini Merpati tengah gencar mempromosikan paket wisata minat khusus dan perjalanan wisata ke 12 destinasi eksotis di Indonesia.
”Antara lain ke Raja Ampat, Wakatobi, Alor, dan Pulau Komodo. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan operator perjalanan wisata,” sebutnya.
Ajang yang difasilitasi Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini diyakini mampu memperluas jejaring pasar industri pariwisata dalam negeri hingga mancanegara.
Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf M Faried mengatakan, TIME sebagai salah satu bursa pariwisata tertua di Indonesia merupakan media penting dalam mempromosikan produk pariwisata Indonesia sekaligus mengenalkan Indonesia sebagai destinasi wisata internasional.
Dengan konsep business to business (B to B), TIME ke-18 kali ini juga diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke berbagai destinasi di Indonesia. ”Indonesia dengan daya tarik wisata yang beragam juga sangat potensial dijadikan lokasi investasi pariwisata,” ujar Faried di Bandar Lampung kemarin.
Tercatat sebanyak 64 industri pariwisata Indonesia dari 16 provinsi berpartisipasi dalam TIME 2012 yang diselenggarakan di Graha Wangsa, Bandar Lampung, 8–11 Oktober 2012.
Mereka terdiri atas hotel, biro perjalanan wisata, maskapai, dan dinas pariwisata daerah, yang akan mempromosikan atau menjual produk pariwisata kepada 83 buyers dari 27 negara antara lain Singapura, India, Inggris, Belanda, Uni Emirat Arab, Israel, hingga Afrika Selatan.
”Mereka adalah buyer yang berpotensi menjual produk dan jasa pariwisata Indonesia di pasarnya masing-masing,” ucap Ketua Pelaksana TIME 2012 Meity Robot.
Vice President Marketing Merpati Nusantara Airlines R Junaidi mengatakan, pihaknya menargetkan nilai transaksi sebesar Rp1 miliar selama tiga hari penyelenggaraan TIME 2012.
Produk utama yang ditawarkan adalah perjalanan dengan grup (group series) dan paket-paket wisata. Terlebih, saat ini Merpati tengah gencar mempromosikan paket wisata minat khusus dan perjalanan wisata ke 12 destinasi eksotis di Indonesia.
”Antara lain ke Raja Ampat, Wakatobi, Alor, dan Pulau Komodo. Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dengan operator perjalanan wisata,” sebutnya.
(gpr)
Lihat Juga :