Proyek JSS mandek, Gubernur Lampung emosi
Kamis, 11 Oktober 2012 - 13:34 WIB
Proyek JSS mandek, Gubernur Lampung emosi
A
A
A
Sindonews.com - Terkatung-katungnya rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), membuat Gubernur Lampung Komjenpol (Pur) Hi Sjachroedin ZP berang. Sjachroedin pun meluapkan emosinya di hadapan peserta diskusi seminar tentang Jembatan Selat Sunda, di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI).
Sjachroedin mengatakan, JSS sudah tertuang dalam Perpres, namun mengapa hingga kini belum juga dilaksanakan. Apalagi, disaat akan dibangun dan masih dalam perencanaan, gelombang protes dan kepentingan marak terjadi.
"Belum dilaksanakan sudah banyak yang protes. Belum jalan sudah diprotes, model apa negara begini? Yang kedua, Kemenkeu bilang ini pakai dana APBN, saya dengarnya jadi urut dada, dari mana duitnya? Masa bodo. Siapa yang mau laksanakan? Terserah. Ini masalahnya sudah mendesak," katanya dalam pidatonya, Kamis (11/10/2012).
Sjachroedin menambahkan, dampak positif pembangunan JSS sudah betul-betul mendesak dan di depan mata. Akibatnya investor akan merasa terombang-ambing karena tidak ada kepastian hukum.
"Kita melihat dampak pembangunan, investor akan masuk kalau ada jaminan keamanan, infrastruktur baik, pengamanan," tegasnya.
Apalagi, lanjutnya, kemacetan penyebrangan Bakauheni-Merak terus berulang dan segera diperlukan JSS. Dia justru menyalahkan pejabat di Indonesia yang selalu tarik menarik demi kepentingan pribadi.
"Negara akan maju kalau provinsi maju. Para pejabat mentalnya mental kere. Sistem 2014 kalau Partai Demokrat tidak berkuasa, jangan-jangan bisa bubar semua. Banyak bacot saja. Bagaimana menjaga wibawa presiden. Kami harus patuhi perpres 86/2011, sudah hampir 10 bulan enggak ada beritanya. Waktu berjalan terus. Pembangunan JSS akan dimulai awal 2014, lah kapan ini?" tukasnya.
Sjachroedin mengatakan, JSS sudah tertuang dalam Perpres, namun mengapa hingga kini belum juga dilaksanakan. Apalagi, disaat akan dibangun dan masih dalam perencanaan, gelombang protes dan kepentingan marak terjadi.
"Belum dilaksanakan sudah banyak yang protes. Belum jalan sudah diprotes, model apa negara begini? Yang kedua, Kemenkeu bilang ini pakai dana APBN, saya dengarnya jadi urut dada, dari mana duitnya? Masa bodo. Siapa yang mau laksanakan? Terserah. Ini masalahnya sudah mendesak," katanya dalam pidatonya, Kamis (11/10/2012).
Sjachroedin menambahkan, dampak positif pembangunan JSS sudah betul-betul mendesak dan di depan mata. Akibatnya investor akan merasa terombang-ambing karena tidak ada kepastian hukum.
"Kita melihat dampak pembangunan, investor akan masuk kalau ada jaminan keamanan, infrastruktur baik, pengamanan," tegasnya.
Apalagi, lanjutnya, kemacetan penyebrangan Bakauheni-Merak terus berulang dan segera diperlukan JSS. Dia justru menyalahkan pejabat di Indonesia yang selalu tarik menarik demi kepentingan pribadi.
"Negara akan maju kalau provinsi maju. Para pejabat mentalnya mental kere. Sistem 2014 kalau Partai Demokrat tidak berkuasa, jangan-jangan bisa bubar semua. Banyak bacot saja. Bagaimana menjaga wibawa presiden. Kami harus patuhi perpres 86/2011, sudah hampir 10 bulan enggak ada beritanya. Waktu berjalan terus. Pembangunan JSS akan dimulai awal 2014, lah kapan ini?" tukasnya.
(gpr)
Lihat Juga :