BI pertahankan BI rate 5,75%
Kamis, 11 Oktober 2012 - 13:49 WIB
BI pertahankan BI rate 5,75%
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) pada level 5,75 persen.
Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013 pada level 4,5 persen plus minus 1 persen.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, tingkat BI rate yang tetap dipertahankan pada level tersebut untuk menjaga keseimbangan eksternal dan pertumbuhan ekonomi domestik. kebijakan yang dilakukan BI, kata dia, untuk mewaspadai meningkatnya defisit transaksi berjalan akibat melambatnya ekspor seiring menurunnya kinerja ekonomi global ditengah perekonomian domestik yang cukup baik.
"BI akan melakukan evaluasi terkait dampak dari kebijakan yang telah dilakukan dan jika diperlukan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk mengelola permintaan domestik dan perbaikan neraca pembayaran guna menjaga kestabilan makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia di Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, BI menilai kinerja perekonomian Indonesia masih akan tumbuh ditengah pelambatan ekonomi dan ketidakpastian ekonomi global. "Ekonomi domestik masih tumbuh baik, meski tidak seperti perkiraan semula," imbuhnya.
Pada kuartal III tahun ini, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen ditopang investasi dan konsumsi yang tinggi, namun angka ini lebih rendah dari kuartal sebelumnya di level 6,4 persen. Ini akibat penurunan sektor eksternal.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi ditopang dari permintaan domestik dan potensi membaiknya ekspor. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan diperkirakan masing-masing akan tumbuh pada kisaran 6,1-6,5 persen dan 6,3-6,7 persen.
Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali sesuai dengan sasaran inflasi tahun 2012 dan 2013 pada level 4,5 persen plus minus 1 persen.
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan, tingkat BI rate yang tetap dipertahankan pada level tersebut untuk menjaga keseimbangan eksternal dan pertumbuhan ekonomi domestik. kebijakan yang dilakukan BI, kata dia, untuk mewaspadai meningkatnya defisit transaksi berjalan akibat melambatnya ekspor seiring menurunnya kinerja ekonomi global ditengah perekonomian domestik yang cukup baik.
"BI akan melakukan evaluasi terkait dampak dari kebijakan yang telah dilakukan dan jika diperlukan akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk mengelola permintaan domestik dan perbaikan neraca pembayaran guna menjaga kestabilan makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional," kata dia di Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, BI menilai kinerja perekonomian Indonesia masih akan tumbuh ditengah pelambatan ekonomi dan ketidakpastian ekonomi global. "Ekonomi domestik masih tumbuh baik, meski tidak seperti perkiraan semula," imbuhnya.
Pada kuartal III tahun ini, pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen ditopang investasi dan konsumsi yang tinggi, namun angka ini lebih rendah dari kuartal sebelumnya di level 6,4 persen. Ini akibat penurunan sektor eksternal.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi ditopang dari permintaan domestik dan potensi membaiknya ekspor. Dengan perkembangan tersebut, ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan diperkirakan masing-masing akan tumbuh pada kisaran 6,1-6,5 persen dan 6,3-6,7 persen.
(rna)