Current account Q3 2,6%
Kamis, 11 Oktober 2012 - 14:46 WIB
Current account Q3 2,6%
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) menyebutkan, defisit transaksi berjalan (current account) pada kuartal III/2012 lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya. Tercatat defisit pada kuartal II tahun ini lebih dari 3 persen, sedangkan pada kuartal III/2012 tercatat hanya 2,6 persen dari produk domestik bruto (PDB).
"Jadi ada terjadi penurunan, dalam hasil GDP," kata Gubernur BI Darmin Nasution, di kantornya, Jakarta, Kamis (11/10/2012) .
Hingga akhir tahun ini, dia memproyeksi, angka defisit tersebut berpotensi menyentuh 2,2 persen dari PDB. Meski, tidak sesuai dengan perkiraan, namun sudah dianggap mendekati.
"Jadi arahnya sesuai dengan perkiraan kita, tapi besarannya sedikit diatas 2 persen," jelasnya. Defisit transaksi berjalan, lanjutnya, bukan terkait jumlah absolutnya, akan tetapi rasionya terhadap PDB.
Selain itu, Darmin mengungkapkan, membaiknya defisit transaksi berjalan pada kuartal III tahun ini didorong neraca perdagangan pada bulan Agustus 2012, yang tercatat surplus. Disisi lain, surplus transaksi modal dan finansial diperkirakan seiring dengan aliran masuk modal portofolio yang cukup besar dan aliran masuk investasi langsung (FDI) yang tetap tinggi.
"Jadi ada terjadi penurunan, dalam hasil GDP," kata Gubernur BI Darmin Nasution, di kantornya, Jakarta, Kamis (11/10/2012) .
Hingga akhir tahun ini, dia memproyeksi, angka defisit tersebut berpotensi menyentuh 2,2 persen dari PDB. Meski, tidak sesuai dengan perkiraan, namun sudah dianggap mendekati.
"Jadi arahnya sesuai dengan perkiraan kita, tapi besarannya sedikit diatas 2 persen," jelasnya. Defisit transaksi berjalan, lanjutnya, bukan terkait jumlah absolutnya, akan tetapi rasionya terhadap PDB.
Selain itu, Darmin mengungkapkan, membaiknya defisit transaksi berjalan pada kuartal III tahun ini didorong neraca perdagangan pada bulan Agustus 2012, yang tercatat surplus. Disisi lain, surplus transaksi modal dan finansial diperkirakan seiring dengan aliran masuk modal portofolio yang cukup besar dan aliran masuk investasi langsung (FDI) yang tetap tinggi.
(rna)
Lihat Juga :