KPPU minta proses akuisisi Batavia-AirAsia transparan
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 10:11 WIB
KPPU minta proses akuisisi Batavia-AirAsia transparan
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) meminta proses akuisisi maskapai penerbangan PT Metro Batavia oleh AirAsia Berhad (AAB) dan PT Fersindo Nusaperkasa lebih transparan. Hal ini terkait dengan pemberitaan yang menyatakan akuisisi tersebut batal.
Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said mengatakan, kedua belah pihak, baik itu pihak yang diakuisisi yaitu Metro Batavia maupun pihak yang akan mengakuisisi yaitu AAB dan Fersindo Nusaperkasa, hingga saat ini memang belum melaporkan secara lisan maupun tertulis tentang pembatalan akuisisi tersebut.
Namun, seluruh perusahaan yang terlibat diwajibkan melaporkan kepada masyarakat mengenai hasilnya. “Sebenarnya isu ini menciptakan citra buruk bagi AirAsia atau PT Fersindo Nusaperkasa karena waktu akan akuisisi sudah gembar-gembor duluan lalu tiba-tiba tidak jadi. Namun, itikad baiknya ya harus dipublikasikan lagi kalau batal,” kata Tadjuddin saat dihubungi di Jakarta kemarin.
Dia menyatakan publikasi harus diberitahukan beserta alasan mengapa akuisisi tersebut dibatalkan karena sebelumnya AAB dan Fersindo Nusaperkasa sudah mengumumkan ke khalayak soal niat akuisisi.
Tadjuddin menambahkan, pembatalan akuisisi sebuah perusahaan pasti disebabkan oleh faktor pertimbangan khusus oleh perusahaan itu. Menurut dia, laporan mengenai aset setelah proses akuisisi yang seharusnya dilaporkan oleh AirAsia Berhad dan Metro Batavia sebulan setelah pengumuman akuisisi hingga saat ini masih belum sampai ke tangan KPPU.
Dihubungi terpisah, Direktur Komersial Batavia Air Sukirno Sukarna mengatakan, perseroan, sebagai anak perusahaan Metro Batavia saat ini masih melakukan tahapan negosiasi dengan pihak AirAsia Berhad dan Persindo Nusaperkasa.
Dia juga membantah proses akuisisi itu dibatalkan.Menurut Sukirno,apabila akuisisi tersebut gagal, maka perusahaan akan memberitakan hal tersebut kepada media.
“Saya belum mendapatkan info tersebut. Sekarang ini masih proses diskusi dan negosiasi terhadap item-item yang masih perlu diskusi yang lebih intens,” kata Sukirno.
Ketua KPPU Tadjuddin Noer Said mengatakan, kedua belah pihak, baik itu pihak yang diakuisisi yaitu Metro Batavia maupun pihak yang akan mengakuisisi yaitu AAB dan Fersindo Nusaperkasa, hingga saat ini memang belum melaporkan secara lisan maupun tertulis tentang pembatalan akuisisi tersebut.
Namun, seluruh perusahaan yang terlibat diwajibkan melaporkan kepada masyarakat mengenai hasilnya. “Sebenarnya isu ini menciptakan citra buruk bagi AirAsia atau PT Fersindo Nusaperkasa karena waktu akan akuisisi sudah gembar-gembor duluan lalu tiba-tiba tidak jadi. Namun, itikad baiknya ya harus dipublikasikan lagi kalau batal,” kata Tadjuddin saat dihubungi di Jakarta kemarin.
Dia menyatakan publikasi harus diberitahukan beserta alasan mengapa akuisisi tersebut dibatalkan karena sebelumnya AAB dan Fersindo Nusaperkasa sudah mengumumkan ke khalayak soal niat akuisisi.
Tadjuddin menambahkan, pembatalan akuisisi sebuah perusahaan pasti disebabkan oleh faktor pertimbangan khusus oleh perusahaan itu. Menurut dia, laporan mengenai aset setelah proses akuisisi yang seharusnya dilaporkan oleh AirAsia Berhad dan Metro Batavia sebulan setelah pengumuman akuisisi hingga saat ini masih belum sampai ke tangan KPPU.
Dihubungi terpisah, Direktur Komersial Batavia Air Sukirno Sukarna mengatakan, perseroan, sebagai anak perusahaan Metro Batavia saat ini masih melakukan tahapan negosiasi dengan pihak AirAsia Berhad dan Persindo Nusaperkasa.
Dia juga membantah proses akuisisi itu dibatalkan.Menurut Sukirno,apabila akuisisi tersebut gagal, maka perusahaan akan memberitakan hal tersebut kepada media.
“Saya belum mendapatkan info tersebut. Sekarang ini masih proses diskusi dan negosiasi terhadap item-item yang masih perlu diskusi yang lebih intens,” kata Sukirno.
(gpr)
Lihat Juga :