8 proyek MP3EI akan digarap Korsel
Jum'at, 12 Oktober 2012 - 14:36 WIB
8 proyek MP3EI akan digarap Korsel
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) memastikan melakukan kerja sama pembangunan delapan proyek dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Adapun, nilai delapan proyek itu sebesar USD50 miliar.
Kesepakatan ini terjadi setelah delegasi Indonesia bertemu dengan pejabat pemerintahan bidang ekonomi dan para pelaku bisnis pada acara Korea-Indonesia Jeju Initiative di Halla Hall, International Conventiton Center Jeju, hari ini.
“Joint commision dan working group semacam ini sangat penting untuk mempererat hubungan kedua negara,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam siaran pers, Jumat (12/10/2012).
Delapan proyek itu adalah jembatan Selat Sunda, proyek gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG), pembangunan rel kereta api Bengkulu-Muara Enim, restorasi Sungai Ciliwung dan pembangunan kluster industri berbasis pertanian, pembangunan jembatan Batam-Bintan.
Kemudian, pembangunan pembangkit batu bara di Sumatera Selatan dan pembangunan kantor cabang perusahaan kapal asal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).
"Selain mempererat hubungan kedua negara, joint commision dan working group juga penting untuk merealisasikan target volume perdagangan Indonesia dan Korea Selatan menjadi USD100 miliar pada tahun 2020 dan meningkatkan arus investasi Korea Selatan di Indonesia,” jelasnya.
Seperti diketahui, selama periode Januari-April 2012, total perdagangan kedua negara mencapai USD9,8 miliar atau naik 12,17 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011, yaitu USD8,8 miliar. Tren total perdagangan kedua negara selama tahun 2007-2011 positif sebesar 25,11 persen.
Sebelumnya, dua perusahaan besar dan ternama Korea Selatan, Pohang Iron and Steel Company dan Honam Petrochemical Corporation berencana membangun pabrik di Indonesia.
Pembangunan pabrik Pohang Iron and Steel Company memiliki arti penting bagi Indonesia untuk memenuhi permintaan besi baja. Sedangkan pembangunan pabrik Honam Petrochemical Corporation di Indonesia diharapkan akan memperkuat industri petrokimia dalam negeri.
Kesepakatan ini terjadi setelah delegasi Indonesia bertemu dengan pejabat pemerintahan bidang ekonomi dan para pelaku bisnis pada acara Korea-Indonesia Jeju Initiative di Halla Hall, International Conventiton Center Jeju, hari ini.
“Joint commision dan working group semacam ini sangat penting untuk mempererat hubungan kedua negara,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam siaran pers, Jumat (12/10/2012).
Delapan proyek itu adalah jembatan Selat Sunda, proyek gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG), pembangunan rel kereta api Bengkulu-Muara Enim, restorasi Sungai Ciliwung dan pembangunan kluster industri berbasis pertanian, pembangunan jembatan Batam-Bintan.
Kemudian, pembangunan pembangkit batu bara di Sumatera Selatan dan pembangunan kantor cabang perusahaan kapal asal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).
"Selain mempererat hubungan kedua negara, joint commision dan working group juga penting untuk merealisasikan target volume perdagangan Indonesia dan Korea Selatan menjadi USD100 miliar pada tahun 2020 dan meningkatkan arus investasi Korea Selatan di Indonesia,” jelasnya.
Seperti diketahui, selama periode Januari-April 2012, total perdagangan kedua negara mencapai USD9,8 miliar atau naik 12,17 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011, yaitu USD8,8 miliar. Tren total perdagangan kedua negara selama tahun 2007-2011 positif sebesar 25,11 persen.
Sebelumnya, dua perusahaan besar dan ternama Korea Selatan, Pohang Iron and Steel Company dan Honam Petrochemical Corporation berencana membangun pabrik di Indonesia.
Pembangunan pabrik Pohang Iron and Steel Company memiliki arti penting bagi Indonesia untuk memenuhi permintaan besi baja. Sedangkan pembangunan pabrik Honam Petrochemical Corporation di Indonesia diharapkan akan memperkuat industri petrokimia dalam negeri.
(rna)