2013, pengangguran global diprediksi 207 juta orang

Sabtu, 13 Oktober 2012 - 10:52 WIB
2013, pengangguran global...
2013, pengangguran global diprediksi 207 juta orang
A A A
Sindonews.com – Organisasi Ketenagakerjaan Internasional (International Labour Organization/ILO) memprediksi jumlah pengangguran tahun depan mencapai 207 juta orang di seluruh dunia.

Jumlah tersebut naik dibanding tahun ini yang diperkirakan berada di kisaran 200 juta orang. Proyeksi tersebut disampaikan ditengah tingginya tekanan akibat krisis utang di Eropa yang diramalkan semakin membebani perekonomian secara keseluruhan.

Menurut ILO, saat ini jumlah pengangguran global lebih tinggi 30 juta dibanding sebelum krisis keuangan global dimulai pada 2008 silam. Kenaikan tersebut terjadi di tengah perdebatan mengenai manfaat program penghematan, terutama di Eropa yang sedang gencar memangkas anggaran.

Imbasnya, di beberapa negara seperti Yunani dan Spanyol, program tersebut menjadikan tingkat pengangguran mencapai angka 25 perseb, tertinggi sepanjang sejarah. Direktur Umum ILO Guy Ryder mengatakan, saat ini terdapat hampir lebih dari 40 juta orang baik wanita dan pria berhenti mencari pekerjaan.

Menurut data ILO, sepertiga dari pengangguran dunia saat ini berusia di bawah usia 25 tahun. “Dengan pertumbuhan tenaga kerja sekitar 40 juta orang per tahun, kita tengah menghadapi perkembangan defisit lapangan pekerjaan pada tahun depan,” ujarnya dalam pernyataan resmi seperti dikutip AFP kemarin.

Dia menambahkan, sebanyak 900 tenaga kerja bahkan tidak dapat menghasilkan cukup uang untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarga dengan minimal pengeluaran USD2 per hari. Menurutnya, kondisi tersebut tidak lepas dari dampak kebijakan penghematan berdampak mendalam dari pada yang diprediksi sebelumnya.

Saat ini, kata dia, ada kebutuhan mendesak untuk meninjau kembali neraca fiskal guna memperbaiki kerusakan yang telah dilakukan periode sebelum krisis keuangan. Dalam situs resminya, ILO juga menyerukan negara-negara berkembang untuk melakukan tindakan segera jika krisis keuangan terus memburuk.

Ryder kemudian merujuk pada data terbaru yang dirilis Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), di mana menyebutkan bahwa outlook ekonomi global melambat akibat tekanan krisis.

“Ini juga berarti bahwa kebijakan penghematan menjadi penyebab rusaknya perekonomian ke depan,” katanya.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde sebelumnya mengutarakan, penghematan terlalu banyak dan terlalu cepat akan menyebabkan kesulitan, terutama jika banyak negara yang mengejar target pada waktu bersamaan.

“IMF senang bahwa Yunani telah mendapat waktu tambahan selama dua tahun guna mencapai target fiskalnya. Sebelumnya saya telah mengatakan berulang kali bahwa tambahan waktu diperlukan untuk negara yang benar-benar menghadapi program konsolidasi fiskal,” papar dia.

Lagarde memperingatkan, walaupun masih dapat berkembang lebih lanjut, ekonomi dunia tidak akan meningkat sebagaimana mestinya guna menciptakan lapangan pekerjaan di seluruh dunia.

Sementara, Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Cooperation and Development/OECD) menyatakan, tingkat pengangguran di negara maju saat ini berada di level 7,9 persen atau setara dengan 47,8 juta orang.

Jumlah tersebut 13,1 juta orang lebih banyak dibandingkan saat sebelum krisis 2008 silam. Di bagian lain, Lagarde mengatakan bahwa masa penyelesaian krisis utang di negara maju merupakan sebuah ancaman besar bagi ekonomi global.

“Tanpa pertumbuhan, masa depan ekonomi global berada dalam bahaya serta ada kemungkinan hambatan tersebut akan menjadi warisan besar untuk utang publik, yang saat ini rata-rata sebesar 110 persen di negara maju,” katanya dalam pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Tokyo dilansir AFP kemarin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
2 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
3 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
3 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
4 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
4 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved