Raup jutaan rupiah dari bisnis karpet

Minggu, 14 Oktober 2012 - 10:35 WIB
Raup jutaan rupiah dari...
Raup jutaan rupiah dari bisnis karpet
A A A
Sindonews.com - Dulu karpet atau yang sering kita kenal dengan permadani merupakan barang mewah. Selain harganya cukup mahal, kita juga agak kesulitan untuk mendapatkan motif yang sesuai dengan selera.

Sekarang karpet sudah bukan merupakan barang mewah lagi. Hampir di setiap rumah minimal mempunyai satu atau lebih karpet. Selain corak dan motifnya bermacam- macam, karpet juga mempunyai kualitas yang berbeda- beda sesuai dengan harga dan penggunaannya. Bagi kaum awam, karpet mungkin bukan sebuah kebutuhan primer.

Karpet hanya menjadi sebuah alas keramik yang digelar di ruang keluarga atau hiasan rumah yang digelar di ruang tamu sehingga ruangan lebih cantik. Namun, bagi masyarakat kalangan menengah-atas, karpet atau permadani adalah barang penting yang wajib dimiliki untuk melengkapi desain interior rumah. Kebutuhan akan karpet yang semakin tinggi. Hal itulah yang mendorong Novi Iswahyudi, pemilik Fahri Karpet, menerjuni bisnis ini. Dia memaparkan, karpet tidak harus berbahan wol hasil pabrikan dengan motif yang cukup standar, seperti bunga-bunga.

Namun, karpet yang terbuat dari pintalan atau rajutan wol bulu domba asli dengan motif yang unik lebih diburu para kalangan papan atas. Pasalnya, karpet yang terbuat dari materi itu lebih terasa nyaman saat menyentuhnya dibandingkan dengan karpet hasil mesin pabrik. Novi juga menjelaskan saat ini Iran dan Persia masih menduduki peringkat terbaik dibandingkan negara-negara lain. Selain motifnya yang unik, karpet dari Iran terbuat dari pintalan bulu domba yang lembut, serta menggunakan bahan pewarna alami yang terbuat dari akar-akaran.

“Di Iran dan Persia, karpetnya buatan tangan bukan mesin sehingga lebih lembut berbahan dasar dari wol bulu domba, kambing, atau unta,”kata dia.

Bicara permadani pastinya terbayang soal motif, di mana motif bunga dan abstrak menjadi motif yang awam dijumpai. Secara umum, motif karpet dibedakan atas dua jenis, yakni klasik dan modern. Motif klasik biasanya memiliki banyak hiasan, dapat dilihat pada karpet dari Persia, mulai motif floral, geometrik, sampai motif kombinasi. Adapun motif modern terlihat lebih sederhana, hanya perpaduan garis dan warna yang lebih tegas.

Motif klasik biasanya menjadi incaran para kaum papan atas karena terlihat lebih elegan dan tidak pasaran. Untuk karpet yang terbuat dari serat alami atau hasil buatan tangan memang memberi nilai lebih dengan menguatkan aksen lebih mewah, namun tetap natural. Sementara itu, bahan karpet yang menjadi incaran kaum papan atas yakni karpet berbahan sutra atau wol dari bulu domba, kambing, dan unta.“ Tetap itu menjadi incaran,” ucap dia.

Sekarang ini banyak karpet berwarna abu-abu menjadi incaran, sedangkan nuansa biru dan merah juga menjadi idaman untuk karpet yang akan dijadikan hiasan wallpaper.

Fahri Karpet juga menyediakan beragam jenis karpet, dari karpet tabrish pintalan dan mesin, karpet nahin sisal serta nahin nola, hingga karpet KUM yang merupakan karpet terbaik di Arab. “Kami juga menyediakan koleksi karpet terbaik dari Pakistan, India, Afghanistan, Turki, dan China,” ungkapnya. Seiring gerak mode dan zaman, tekstur karpet pun beragam. Bukan cuma dengan permukaan yang terpotong rapi, karpet pun berkembang. Mulai karpet dengan bulu-bulu bergulung, ikal, hingga kombinasi keduanya.

Dan yang paling baru, adalah karpet dengan tekstur bulu-bulu keriting, panjang, dan lebat. Karpet jenis ini sungguh empuk saat disentuh. Soal harga, masing-masing karpet berbeda, bergantung jenisnya. Karpet dengan bahan wol atau sutra pintalan jauh lebih mahal dibandingkan dengan hasil buatan pabrik. Selain waktu pembuatannya cukup lama, karpet handmade lebih unik dan berbeda. Di Jakarta, misalnya, karpet buatan tangan dibanderol seharga Rp2 juta hingga ratusan juta rupiah. “Nah, anda ingin mempercantik rumah dengan permadani indah?”ajaknya.

Untuk memanjakan pelanggan, Fahri Karpet menyediakan berbagai macam merek karpet dengan sistem pemesanan. Dengan sistem pemesanan, dia berharap akan lebih memuaskan pelanggan yang mempunyai selera tinggi. Selain harga yang relatif terjangkau, motif karpet juga bisa dipilih sendiri sesuai keinginan pelanggan. Menjadi pengusaha sukses bukanlah monopoli sekelompok orang tertentu saja,namun terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha. Itulah filosofi Novi, pria kelahiran Klaten, April 1980 ini.

Menurut dia, dirinya selalu ingin membuat perubahan positif untuk masyarakat sekitar melalui karya dan inovasinya. Sosok yang mempunyai darah entrepreneur ini, pertama kali terjun di bisnis ini hanya bermodalkan Rp5 juta,dan berkat ketekunannya berhasil mengembangkan bisnis karpet ini hingga beromzet puluhan juta rupiah per bulan. Padahal sejak kecil dulu, tak pernah terlintas sedikit pun di benaknya untuk menjadi seorang pedagang, apalagi di Jakarta yang menjadi jantungnya bisnis di Indonesia. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Kisah Inspiratif UMKM...
Kisah Inspiratif UMKM Berkembang Pesat
Kisah Inspiratif, Buruh...
Kisah Inspiratif, Buruh Pabrik Telaten Kembangkan Usaha Telur Puyuh yang Berbuah Cuan
Kisah Sipetek Food,...
Kisah Sipetek Food, Banting Setir Karyawan Migas Jadi Pengepul Sampah Ikan Beromzet Ratusan Juta
Kisah Mantan Karyawan...
Kisah Mantan Karyawan Toko Jadi Pengusaha Batik hingga Go Global
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
1 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
2 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
2 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
3 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
3 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved