Pacu industri coklat, tingkatkan dulu konsumsinya
Minggu, 14 Oktober 2012 - 17:00 WIB
Pacu industri coklat, tingkatkan dulu konsumsinya
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menargetkan konsumsi coklat di dalam negeri dapat mencapai 150 ribu ton kedepannya. Angka ini meningkat dua kali lipat dari konsumsi sekarang.
Konsumsi coklat masyarakat Indonesia saat ini hanya 60-70 ribu ton per tahunnya. Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan produksi nasional yang mencapai 712 ribu ton per tahun. Oleh karena itu, beberapa celah pemasaran tengah dibidik.
“Dari analisis, peluang terbesar itu di kue dan bakery, kedua adalah kosmetik dan ketiga selai dan bumbu roti. Keempat itu aneka makanan dari coklat,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi akhir perkan lalu di Jakarta.
Peningkatan konsumsi coklat domestik diharapkan akan dapat membantu tumbuh kembangnya industri coklat nasional sehingga suatu saat produk coklat Indonesia mampu bersaing di pasar global. Ada dua produk yang dapat dikembangkan, namun harus dengan keseriusan total. Pertama adalah coklat batang dan kedua adalah minuman coklat. “Ini yang memang harus diagendakan bersama,” tambah Bayu.
Dirinya berharap agar suatu saat Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor kakao.
Seperti diketahui, saat ini Indonesia adalah negara penghasil kakao (bahan baku coklat) ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, namun sayangnya Indonesia belum memiliki produk coklat yang mendunia. “Semoga nanatinya kita tidak cuma ekspor kakao, tapi juga produk olahannya (coklat) yang mendunia,” tutupnya. (mai)
Konsumsi coklat masyarakat Indonesia saat ini hanya 60-70 ribu ton per tahunnya. Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan produksi nasional yang mencapai 712 ribu ton per tahun. Oleh karena itu, beberapa celah pemasaran tengah dibidik.
“Dari analisis, peluang terbesar itu di kue dan bakery, kedua adalah kosmetik dan ketiga selai dan bumbu roti. Keempat itu aneka makanan dari coklat,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi akhir perkan lalu di Jakarta.
Peningkatan konsumsi coklat domestik diharapkan akan dapat membantu tumbuh kembangnya industri coklat nasional sehingga suatu saat produk coklat Indonesia mampu bersaing di pasar global. Ada dua produk yang dapat dikembangkan, namun harus dengan keseriusan total. Pertama adalah coklat batang dan kedua adalah minuman coklat. “Ini yang memang harus diagendakan bersama,” tambah Bayu.
Dirinya berharap agar suatu saat Indonesia tidak hanya menjadi pengekspor kakao.
Seperti diketahui, saat ini Indonesia adalah negara penghasil kakao (bahan baku coklat) ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana, namun sayangnya Indonesia belum memiliki produk coklat yang mendunia. “Semoga nanatinya kita tidak cuma ekspor kakao, tapi juga produk olahannya (coklat) yang mendunia,” tutupnya. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :