Bank Dunia : komoditas dan investasi berkorelasi positif
Senin, 15 Oktober 2012 - 12:23 WIB
Bank Dunia : komoditas dan investasi berkorelasi positif
A
A
A
Sindonews.com - Bank Dunia menyebutkan ada korelasi yang penting antara harga komoditas dan investasi. Korelasi ini penting mengingat dampak yang ditimbulkan terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Ada korelasi positif investasi dengan komoditas. Kalau komoditas turun akan berdampak investasi, investasi sangat krusial untuk bertahan pada produk domestik bruto (PDB)," kata Ekonom utama dan Penasehat Ekonomi Bank Dunia Ndiame Diop pada seminar 'Indonesia Economic Quarterly' di Energy Tower, SCBD, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Dia menjelaskan, pembagian total komoditas untuk ekspor terbagi berdasarkan letak wilayah di Indonesia. Menurutnya, ini akan memberi dampak pada harga komoditas tersebut.
"Beberapa wilayah di Indonesia tergantung dari sumber-sumber komoditas. Mungkin ada efek-efek terlokalisasi yang terlihat di wilayah tertentu, berdasarkan dari mana komoditas berasal yang terjadi sangat penting," paparnya.
Lebih lanjut dia menuturkan, Indonesia akan diekspos pada perubahan-perubahan yang berakibat pada sentimen investor karena pembagian equity yang besar. Dia menegaskan hal ini adalah sumber resiko besar bagi Indonesia.
"Inti pertanyaannya apa yang pemerintah akan lakukan, melihat ini ternyata mereka sudah melakukan banyak hal," ucapnya.
Sejauh ini, dia memuji pemerintah Indonesia yang telah menjalankan kebijakan fiskal, seperti dengan menerapakan management protokol krisis.
"Ada korelasi positif investasi dengan komoditas. Kalau komoditas turun akan berdampak investasi, investasi sangat krusial untuk bertahan pada produk domestik bruto (PDB)," kata Ekonom utama dan Penasehat Ekonomi Bank Dunia Ndiame Diop pada seminar 'Indonesia Economic Quarterly' di Energy Tower, SCBD, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Dia menjelaskan, pembagian total komoditas untuk ekspor terbagi berdasarkan letak wilayah di Indonesia. Menurutnya, ini akan memberi dampak pada harga komoditas tersebut.
"Beberapa wilayah di Indonesia tergantung dari sumber-sumber komoditas. Mungkin ada efek-efek terlokalisasi yang terlihat di wilayah tertentu, berdasarkan dari mana komoditas berasal yang terjadi sangat penting," paparnya.
Lebih lanjut dia menuturkan, Indonesia akan diekspos pada perubahan-perubahan yang berakibat pada sentimen investor karena pembagian equity yang besar. Dia menegaskan hal ini adalah sumber resiko besar bagi Indonesia.
"Inti pertanyaannya apa yang pemerintah akan lakukan, melihat ini ternyata mereka sudah melakukan banyak hal," ucapnya.
Sejauh ini, dia memuji pemerintah Indonesia yang telah menjalankan kebijakan fiskal, seperti dengan menerapakan management protokol krisis.
(rna)
Lihat Juga :