Subsidi energi hambat pertumbuhan ekonomi RI

Senin, 15 Oktober 2012 - 12:29 WIB
Subsidi energi hambat...
Subsidi energi hambat pertumbuhan ekonomi RI
A A A
Sindonews.com - Ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan menilai pemerintah dalam memahami subsidi BBM, ini hanyalah membuang-buang anggaran karena hanya kurang dari 10 persen orang miskin yang menikmati subsidi BBM.

"Yang terpenting bagi pemerintah saat ini adalah bagaimana meyakinkan parlemen untuk mendorong pengurangan BBM bersubsidi dengan menaikkan harga BBM," ujarnya pada seminar 'Indonesia Economic Quarterly' di Energy Tower, SCBD, Jakarta, Senin (15/10/2012).

Menurutnya, dengan menaikkan harga BBM sebesar 30 persen maka pemerintah akan mempunyai banyak ruang untuk kebijakan fiskal.

Sementara itu, Bank Dunia menilai belanja subsidi energi di Indonesia masih terlalu tinggi dalam R-APBN 2013 dan dapat menghambat fleksibilitas untuk menanggapi penurunan pertumbuhan ekonomi dunia.

Laporan Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia edisi Oktober 2012 yang dikeluarkan Bank Dunia menyatakan belanja subsidi yang meningkat membawa biaya/kesempatan yang hilang (opportunity cost) yang tinggi dan menambah ketidakpastian terhadap kesehatan fiskal ke depan.

"Subsidi energi menguntungkan rumah tangga kaya daripada diarahkan untuk rumah tangga miskin dan menghambat penggunaan energi secara efisien," kata Ekonom Utama dan Penasehat Ekonomi Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop di kesempatan yang sama.

Dia menjelaskan subsidi energi membawa risiko mengurangi investasi publik yang penting jika biaya subsidi energi terus naik.

Kegagalan dalam melakukan perbaikan subsidi energi serta meningkatnya biaya belanja pegawai dalam jangka menengah dapat menurunkan outlook pertumbuhan di masa depan dan kemampuan pemerintah untuk mencapai tujuan-tujuan pembangunan.

Subsidi BBM dalam R-APBN 2013 memakan 70 persen dari anggaran subsidi energi, meningkat 41 persen dari APBN-P 2012. Meningkatnya subsidi BBM ini mencerminkan meningkatnya jumlah pengguna kendaraan bermotor. Perbedaan harga antara BBM subsidi dan harga keekonomian membuat potensi kebocoran subsidi sangat besar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
1 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
1 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
15 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
21 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
37 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
44 menit yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved