Pemerintah RI nilai WTO sudah objektif
Senin, 15 Oktober 2012 - 19:12 WIB
Pemerintah RI nilai WTO sudah objektif
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menilai World Trade Organisation (WTO) telah bersikap adil terhadap negara-negara berkembang.
"Sudah kelihatan mereka tidak bisa secara positif terhadap negara-negara maju saja," ucap Mendag seusai konferensi pers "World Export Development Forum" (WEDF) 2012 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Gita mencontohkan, pada waktu Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan pelarangan terhadap tembakau dari Indonesia, Indonesia memprotes dan mengajukan kasus tersebut ke WTO. Hasilnya, secara mengejutkan WTO memenangkan Indonesia sehingga tembakau Indonesia bisa kembali diekspor ke Amerika Serikat.
"Di Amerika Serikat produk-produk tembakau kita tidak boleh masuk. Kita angkat ke proses hukum yang ada mekanismenya di WTO dan kita menang. WTO sudah terbukti bisa mengegolkan keputusan yang tidak diskriminatif," tandas Gita.
Pendapat Mendag ini sangat kontras dengan pendapat umum yang beredar di Indonesia bahwa WTO hanya melayani kepentingan negara-negara maju. Meski demikian pendapat umum yang sering terdengar, Mendag Gita Wirjawan mengaku puas dengan kinerja WTO saat ini. "Mereka mau mendengarkan aspirasi negara-negara berkembang," tutupnya.
"Sudah kelihatan mereka tidak bisa secara positif terhadap negara-negara maju saja," ucap Mendag seusai konferensi pers "World Export Development Forum" (WEDF) 2012 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Gita mencontohkan, pada waktu Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan pelarangan terhadap tembakau dari Indonesia, Indonesia memprotes dan mengajukan kasus tersebut ke WTO. Hasilnya, secara mengejutkan WTO memenangkan Indonesia sehingga tembakau Indonesia bisa kembali diekspor ke Amerika Serikat.
"Di Amerika Serikat produk-produk tembakau kita tidak boleh masuk. Kita angkat ke proses hukum yang ada mekanismenya di WTO dan kita menang. WTO sudah terbukti bisa mengegolkan keputusan yang tidak diskriminatif," tandas Gita.
Pendapat Mendag ini sangat kontras dengan pendapat umum yang beredar di Indonesia bahwa WTO hanya melayani kepentingan negara-negara maju. Meski demikian pendapat umum yang sering terdengar, Mendag Gita Wirjawan mengaku puas dengan kinerja WTO saat ini. "Mereka mau mendengarkan aspirasi negara-negara berkembang," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :