BNI salurkan kredit UMKM Rp33 T
Selasa, 16 Oktober 2012 - 08:44 WIB
BNI salurkan kredit UMKM Rp33 T
A
A
A
Sindonews.com – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat outstanding penyaluran kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga September 2012 sebesar Rp33 triliun.
VP Commercial & Small Management Divisi Commercial & Small BNI Ronny Venir mengatakan, perseroan menargetkan penyaluran kredit UMKM ini mencapai Rp36 triliun hingga akhir tahun. Perseroan akan memanfaatkan pembiayaan supply chain melalui kerja sama dengan debitur korporasi untuk pembiayaan supplier-nya.
”Kita akan membiayai delapan sektor unggulan yang tersebar sesuai potensi wilayah masing-masing. NPL (non performing loan/kredit bermasalah) masih terjaga di angka 5 persen,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Selain menyalurkan kredit UMKM,lanjut Ronny, perseroan telah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga Agustus 2012 sebesar Rp2,4 triliun, atau baru sekitar 60 persen dari total penyaluran KUR yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp4 triliun.
Dari total penyaluran KUR tersebut mayoritas atau 53 persen masih didominasi sektor perdagangan. Untuk mencapai sisa target sebesar Rp1,6 triliun tersebut, ungkapnya, beberapa strategi yang dilakukan antara lain seperti upaya sosialisasi KUR di Jepang yang menyasar pra-TKI dan TKI purna yang kembali ke Indonesia, yang diharapkan akan jadi pengusaha.
Strategi lain, ungkap dia, adalah dengan mengembangkan program linkage, pola inti plasma dan sebagainya. Meski tidak menyebutkan detail, Ronny menilai rasio NPL masih dibawah 5 persen.
”NPL gross KUR posisi Agustus 2012 masih di bawah 5 persen. Saat ini porsi BNI secara nasional 14 persen dari total KUR nasional,” tukasnya.
Terpisah, Direktur Commercial Banking & Syariah CIMB Niaga Handoyo Soebali mengatakan, untuk meningkatkan penetrasi di sektor UKM, perseroan terus meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro dan kecil (UMK) melalui program linkage dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Menurut dia, kerja sama dengan BPR melalui skema program linkage ini telah sejak lama dilakukan oleh CIMB Niaga, tepatnya sejak tahun 2002. Handoyo menilai, peningkatan penetrasi tersebut dilakukan di lokasi-lokasi yang tersebar di berbagai wilayah di Jabodetabek, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Riau, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Jawa Barat dan Lampung.
”BPR-BPR tersebut kemudian akan meneruskan fasilitas kredit dari CIMB Niaga ke masyarakat yang akan digunakan untuk pengembangan sektor UMK,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, persaingan di industri UMK ini terbilang ketat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pemain yang bermain di industri ini. Meski demikian, Handoyo optimistis penyaluran kredit melalui skema program linkage dengan BPR di CIMB Niaga masih akan terus tumbuh hingga mencapai Rp1,85 triliun pada akhir tahun ini.
Hingga akhir Juni perseroan telah bekerja sama dengan sekitar 308 BPR dengan pangsa pasar yang mencapai 18 persen dan diperkirakan akan menjadi 350 BPR hingga akhir tahun. Dari segi nilai kredit, per 30 Juni 2012, CIMB Niaga telah menyalurkan Rp1,74 triliun program linkage melalui 308 BPR, naik 12,26 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio kredit bermasalah di level 0,01 persen per Juni 2012.
VP Commercial & Small Management Divisi Commercial & Small BNI Ronny Venir mengatakan, perseroan menargetkan penyaluran kredit UMKM ini mencapai Rp36 triliun hingga akhir tahun. Perseroan akan memanfaatkan pembiayaan supply chain melalui kerja sama dengan debitur korporasi untuk pembiayaan supplier-nya.
”Kita akan membiayai delapan sektor unggulan yang tersebar sesuai potensi wilayah masing-masing. NPL (non performing loan/kredit bermasalah) masih terjaga di angka 5 persen,” ujarnya di Jakarta kemarin.
Selain menyalurkan kredit UMKM,lanjut Ronny, perseroan telah penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) hingga Agustus 2012 sebesar Rp2,4 triliun, atau baru sekitar 60 persen dari total penyaluran KUR yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp4 triliun.
Dari total penyaluran KUR tersebut mayoritas atau 53 persen masih didominasi sektor perdagangan. Untuk mencapai sisa target sebesar Rp1,6 triliun tersebut, ungkapnya, beberapa strategi yang dilakukan antara lain seperti upaya sosialisasi KUR di Jepang yang menyasar pra-TKI dan TKI purna yang kembali ke Indonesia, yang diharapkan akan jadi pengusaha.
Strategi lain, ungkap dia, adalah dengan mengembangkan program linkage, pola inti plasma dan sebagainya. Meski tidak menyebutkan detail, Ronny menilai rasio NPL masih dibawah 5 persen.
”NPL gross KUR posisi Agustus 2012 masih di bawah 5 persen. Saat ini porsi BNI secara nasional 14 persen dari total KUR nasional,” tukasnya.
Terpisah, Direktur Commercial Banking & Syariah CIMB Niaga Handoyo Soebali mengatakan, untuk meningkatkan penetrasi di sektor UKM, perseroan terus meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha mikro dan kecil (UMK) melalui program linkage dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Menurut dia, kerja sama dengan BPR melalui skema program linkage ini telah sejak lama dilakukan oleh CIMB Niaga, tepatnya sejak tahun 2002. Handoyo menilai, peningkatan penetrasi tersebut dilakukan di lokasi-lokasi yang tersebar di berbagai wilayah di Jabodetabek, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Riau, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Jawa Barat dan Lampung.
”BPR-BPR tersebut kemudian akan meneruskan fasilitas kredit dari CIMB Niaga ke masyarakat yang akan digunakan untuk pengembangan sektor UMK,” katanya dalam keterangan tertulisnya.
Menurut dia, persaingan di industri UMK ini terbilang ketat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pemain yang bermain di industri ini. Meski demikian, Handoyo optimistis penyaluran kredit melalui skema program linkage dengan BPR di CIMB Niaga masih akan terus tumbuh hingga mencapai Rp1,85 triliun pada akhir tahun ini.
Hingga akhir Juni perseroan telah bekerja sama dengan sekitar 308 BPR dengan pangsa pasar yang mencapai 18 persen dan diperkirakan akan menjadi 350 BPR hingga akhir tahun. Dari segi nilai kredit, per 30 Juni 2012, CIMB Niaga telah menyalurkan Rp1,74 triliun program linkage melalui 308 BPR, naik 12,26 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio kredit bermasalah di level 0,01 persen per Juni 2012.
(rna)
Lihat Juga :