SPI: Pemerintah terus legalkan perampasan tanah

Selasa, 16 Oktober 2012 - 11:20 WIB
SPI: Pemerintah terus...
SPI: Pemerintah terus legalkan perampasan tanah
A A A
Sindonews.com - Serikat Petani Indonesia (SPI) menilai pemerintah seakan terus melegalkan berbagai bentuk perampasan tanah yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar melalui berbagai program kebijakan dengan dalih mengatasi perubahan iklim, krisis pangan, dan agrofuel.

Akibatnya banyak petani kecil dan masyarakat adat yang notabene adalah produsen pangan lahannya terampas oleh perusahaan-perusahaan tersebut.

Perlawanan kaum tani dan masyarakat adat tak terhindarkan, sehingga konflik agraria semakin meluas. Badan Pertanahan Nasional (2011) mencatat setidaknya terdapat 2.791 kasus pertanahan pada tahun 2011.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih Henry mengatakan, upaya untuk mengembalikan arah dan paradigma pembangunan pertanian dan pangan (khususnya di Indonesia) sangatlah mendesak, karena tidak dibenarkan sesungguhnya ada seorangpun di dunia ini yang tidak tercukupi kebutuhan pangannya.

“SPI sebagai organisasi perjuangan petani berjuang agar kedaulatan pangan tegak dan menjadi paradigma baru untuk mengganti paradigma ketahanan pangan yang dicanangkan oleh FAO di Indonesia. SPI juga mengusulkan agar penyelesaian konflik agraria yang terjadi sekarang ini haruslah dalam bingkai pembaruan agraria," terangnya dalam rilis yang diterima Sindonews, Selasa (16/10/2012).

"Di tingkat internasional, SPI dan La Via Campesina memperjuangkan Hak Asasi Petani yang telah direspons oleh Dewan HAM PBB pada tanggal 27 September 2012 lalu dengan dikeluarkannya Resolusi Dewan HAM PBB yang akan membentuk panitia kerja pembentukan Deklarasi Hak Asasi Petani,” tambahnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadapi Krisis Pangan,...
Hadapi Krisis Pangan, NKV: Tema Hari Pangan Sedunia Jangan Jadi Jargon Semata
Kementan: Status Ketahanan...
Kementan: Status Ketahanan Pangan Indonesia Semakin Baik
Urgensi Regenerasi Sektor...
Urgensi Regenerasi Sektor Pertanian
Ketahanan Pangan Mendesak,...
Ketahanan Pangan Mendesak, Aceh Kenalkan GAMPANG di Bimtek Publikasi
Penghargaan IRRI Bisa...
Penghargaan IRRI Bisa Jadi Penyemangat Pertanian Indonesia
Penyuluh Kunci Sukses...
Penyuluh Kunci Sukses Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
Berita Terkini
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
55 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
1 jam yang lalu
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
1 jam yang lalu
Jasa Marga Perkuat Penciptaan...
Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan, Selaras Arah Transformasi Danantara
1 jam yang lalu
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
2 jam yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved