Jurus SBY hadapi krisis ekonomi
Rabu, 17 Oktober 2012 - 13:19 WIB
Jurus SBY hadapi krisis ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Ekonomi global masih mengalami kontraksi setelah terhantam badai krisis pada 2008 lalu. Indonesia, bukan hanya mengalami krisis di 2008, namun pada 1998 Indonesia juga terpukul karena krisis.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan, Indonesia harus dapat mengambil pelajaran dari 1998. Oleh karena itu, pada saat menghadapi krisis, kali ini Indonesia harus bersatu antara dunia usaha dan ekonom.
"Kita bersatu dan mampu menghadapi krisis 2008-2009 lalu. Pertumbuhan terendah 4,3 persen saat itu. Mengapa kita bisa berbuat sepeti itu? Kita harus bisa menjaga agar dunia aman," kata SBY, dalam pidatonya di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Karenanya, SBY menilai jika dunia usaha bersatu maka dapat menyelamatkan perkeonomian. Dia mengungkapkan, salah satu strategi untuk bertahan dari badai krisis adalah 'keep buying' strategi.
"Terus membali (produk dalam negeri), jangan berhenti membeli agar perusahaan dan produsen tidak gulung tikar kalau kita terus membeli. Memamg ada ongkos yang harus kita keluarkan, tapi tidak apa-apa. Bantuan pada rakyat miskin dengan penghasilan yang rendah," ungkapnya.
"Kita lakukan stabilisasi harga, dan perusahaan yang tertekan waktu itu daripada harus PHK, pemerintah beri insentif fiskal, pemerintah berkurang sekdikit pundi-pundinya, tapi secara nasional ekonomi terjaga," tukas dia.
Menurut SBY, pemerintah sekarang ini bukan hanya perhatian dalam mengatasi krisis global, namun sejak dua tahun lalu sepakat memperkuat pertumbuhan ekonomi seluruh Indonesia di bawah MP3EI. Artinya, sampai 2025 akan ada kegiatan ekonomi yang meningkat di seluruh negeri, inilah salah satu kebijakan dan startegi yang pemerintah jalankan.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan, Indonesia harus dapat mengambil pelajaran dari 1998. Oleh karena itu, pada saat menghadapi krisis, kali ini Indonesia harus bersatu antara dunia usaha dan ekonom.
"Kita bersatu dan mampu menghadapi krisis 2008-2009 lalu. Pertumbuhan terendah 4,3 persen saat itu. Mengapa kita bisa berbuat sepeti itu? Kita harus bisa menjaga agar dunia aman," kata SBY, dalam pidatonya di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Karenanya, SBY menilai jika dunia usaha bersatu maka dapat menyelamatkan perkeonomian. Dia mengungkapkan, salah satu strategi untuk bertahan dari badai krisis adalah 'keep buying' strategi.
"Terus membali (produk dalam negeri), jangan berhenti membeli agar perusahaan dan produsen tidak gulung tikar kalau kita terus membeli. Memamg ada ongkos yang harus kita keluarkan, tapi tidak apa-apa. Bantuan pada rakyat miskin dengan penghasilan yang rendah," ungkapnya.
"Kita lakukan stabilisasi harga, dan perusahaan yang tertekan waktu itu daripada harus PHK, pemerintah beri insentif fiskal, pemerintah berkurang sekdikit pundi-pundinya, tapi secara nasional ekonomi terjaga," tukas dia.
Menurut SBY, pemerintah sekarang ini bukan hanya perhatian dalam mengatasi krisis global, namun sejak dua tahun lalu sepakat memperkuat pertumbuhan ekonomi seluruh Indonesia di bawah MP3EI. Artinya, sampai 2025 akan ada kegiatan ekonomi yang meningkat di seluruh negeri, inilah salah satu kebijakan dan startegi yang pemerintah jalankan.
(gpr)
Lihat Juga :