Bank BJB fasilitasi calon entrepreneur
Rabu, 17 Oktober 2012 - 20:08 WIB
Bank BJB fasilitasi calon entrepreneur
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank BJB Tbk mendorong terbentuknya entrepreneur atau pengusaha baru melalui program Studeprener. Program tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui seminar dan proses pendampingan lainnya.
Pada tahap awal, program tersebut membidik mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas (Stie Ekuitas). Sekitar 50 mahasiswa dinyatakan lolos dan berhak mengikuti serangkaian kegiatan Studeprener. Mereka adalah mahasiswa yang sebelumnya lolos seleksi dan berhak mengikuti proses pendampingan selama tujuh bulan.
“Program ini diharapkan bisa memberi pembekalan kepada mahasiswa untuk menjadi entrepreneur. Sehingga, ketika mereka lulus, mereka bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat banyak,” kata Dirut Bank BJB Bien Subiantoro usai penandatanganan MoU antara Bank BJB dengan Stie Ekuitas di Gedung STIE Ekuitas, Jalan PHH Mustopha, Kota Bandung, Rabu (17/10/2012).
Diakui Bien, program Studeprener merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) Bank BJB pada sektor pendidikan. CSR Bank BJB selama ini disalurkan pada sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan dan sosial ekonomi.
Studeprener Bank BJB diharapkan berkontribusi nyata terhadap peningkatan jumlah pelaku usaha di Jabar. Di mana, saat ini pelaku usaha belum mencapai 2%.
Ketua Stie Ekuitas Ina Primiana mengatakan, mahasiswa yang bekesempatan mengikuti program tersebut akan mendapat pendampingan dari mentor yang berasal dari Kadin Jabar dan akademisi. Selama tujuh bulan itu, mereka diharapkan bisa mengagas dan mencipatakan usaha baru. Selama proses itu juga, usaha mereka akan di damping.
“Kedepannya, kami berharap mereka bisa membuat proposal untuk diajukan ke Bank BJB untuk mendapat pinjaman kredit,” kata Ina Primiana.
Selain menghasilkan pelaku usaha baru, program ini juga bertujuan menyebarkan pengetahuan kepada mahasiswa agar tidak harus mencari kerja setelah lulus.
Ketika disinggung kerjasama dengan Bank BJB, pihaknya berharap kerjasama tersebut bisa terus berlanjut.
Sementara itu, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno menegaskan, mahasiswa memiliki potensi besar dalam perekonomian nasional. Pengetahuan mereka bisa diarahkan menjadi entrepreneur.
Kadin, lanjut dia, berupaya berperan sebagai motivator dan fasilitator para mahasiswa memasuki dunia usaha.
Menurutnya, perkembangan ekonomi suatu negara tidak bisa lepas dari peran serta swasta. Karena itu, pertumbuhan swasta mesti didorong demi kemajuan bangsa.
Pihaknya juga berupaya menumbuhkan pengusaha baru melalui program Perahu. Program ini telah menghasilkan 300 pengusaha baru.
Pada tahap awal, program tersebut membidik mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas (Stie Ekuitas). Sekitar 50 mahasiswa dinyatakan lolos dan berhak mengikuti serangkaian kegiatan Studeprener. Mereka adalah mahasiswa yang sebelumnya lolos seleksi dan berhak mengikuti proses pendampingan selama tujuh bulan.
“Program ini diharapkan bisa memberi pembekalan kepada mahasiswa untuk menjadi entrepreneur. Sehingga, ketika mereka lulus, mereka bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat banyak,” kata Dirut Bank BJB Bien Subiantoro usai penandatanganan MoU antara Bank BJB dengan Stie Ekuitas di Gedung STIE Ekuitas, Jalan PHH Mustopha, Kota Bandung, Rabu (17/10/2012).
Diakui Bien, program Studeprener merupakan salah satu program corporate social responsibility (CSR) Bank BJB pada sektor pendidikan. CSR Bank BJB selama ini disalurkan pada sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan dan sosial ekonomi.
Studeprener Bank BJB diharapkan berkontribusi nyata terhadap peningkatan jumlah pelaku usaha di Jabar. Di mana, saat ini pelaku usaha belum mencapai 2%.
Ketua Stie Ekuitas Ina Primiana mengatakan, mahasiswa yang bekesempatan mengikuti program tersebut akan mendapat pendampingan dari mentor yang berasal dari Kadin Jabar dan akademisi. Selama tujuh bulan itu, mereka diharapkan bisa mengagas dan mencipatakan usaha baru. Selama proses itu juga, usaha mereka akan di damping.
“Kedepannya, kami berharap mereka bisa membuat proposal untuk diajukan ke Bank BJB untuk mendapat pinjaman kredit,” kata Ina Primiana.
Selain menghasilkan pelaku usaha baru, program ini juga bertujuan menyebarkan pengetahuan kepada mahasiswa agar tidak harus mencari kerja setelah lulus.
Ketika disinggung kerjasama dengan Bank BJB, pihaknya berharap kerjasama tersebut bisa terus berlanjut.
Sementara itu, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno menegaskan, mahasiswa memiliki potensi besar dalam perekonomian nasional. Pengetahuan mereka bisa diarahkan menjadi entrepreneur.
Kadin, lanjut dia, berupaya berperan sebagai motivator dan fasilitator para mahasiswa memasuki dunia usaha.
Menurutnya, perkembangan ekonomi suatu negara tidak bisa lepas dari peran serta swasta. Karena itu, pertumbuhan swasta mesti didorong demi kemajuan bangsa.
Pihaknya juga berupaya menumbuhkan pengusaha baru melalui program Perahu. Program ini telah menghasilkan 300 pengusaha baru.
(gpr)
Lihat Juga :