Rapat Paripurna pengesahan RAPBN 2013 dibatalkan

Kamis, 18 Oktober 2012 - 15:15 WIB
Rapat Paripurna pengesahan...
Rapat Paripurna pengesahan RAPBN 2013 dibatalkan
A A A
Sindonews.com - Fraksi PDI Perjuangan berharap APBN 2013 dapat menjawab ataupun menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat di tahun tersebut sekaligus landasan investasi bagi kepentingan rakyat yang lebih besar.

Seperti diketahui, rapat Paripurna DPR hari ini batal mengesahkan Rancangan Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN 2013).

"Anggaran bukan hanya untuk ketahanan fiskal sebagaimana yang sering disebut-sebut. Tetapi APBN yang membuat rakyat nyaman dan aman bukan melulu ketahanan fiskal," ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani, seusai Rapat Paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/10/2012).

Adapun sidang paripurna DPR hari ini rencananya juga melakukan pengambilan keputusan terhadap RUU tentang APBN 2013. Namun, pengambilan keputusan itu akan ditunda dengan penjadwalan ulang pada 23 Oktober 2012.

Dia menegaskan, Fraksi PDI Perjuangan di DPR melihat, memang ada hal-hal penting dalam RUU APBN 2013 itu yang belum diselesaikan. Puan mendapat laporan bahwa penundaan itu akibat dari alokasi hasil pemotongan anggaran belanja perjalanan dinas sebesar 10-15 persen untuk dialokasikan dalam belanja modal.

Alokasi anggaran hasil kenaikan Tarif Tenaga Listrik (TTL) serta penggunaan anggaran cadangan energi. Namun, dia meyakini penundaan hanya beberapa hari itu tidak akan memberikan efek negatif demi tersusunnya APBN yang baik.

Dicontohkan, soal pengurangan anggaran untuk perjalanan dinas. Menurutnya, ketika anggaran itu dipangkas, maka kalau mau memindahkan ke pos lain, tidak bisa seenaknya saja. "Tidak bisa main pangkas dari satu tempat ke tempat yang lain," kata cucu Bung Karno itu.

Sebab, ditegaskan Puan, namanya APBN itu tidak bisa sembarangan dan dibahas dengan main-main. Karenanya, dia menilai penundaan yang dilakukan untuk beberapa hari itu tidak masalah. "Paling lambat minggu depan akan kita putuskan," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Banggar DPR Tamsil Linrung di Gedung DPR menambahkan penundaan itu disebabkan oleh pembahasan untuk penghematan perjalanan dinas yang diajukan oleh Komisi IX dan Komisi X terhadap mitra kerjanya belum selesai disepakati.

"Penjadwalan 23 Oktober, karena ada penghematan perjalanan dinas belum selesai pembahasan di komisi X Mendikbud, Menpora saya dengar sudah selesai tapi suratnya belum masuk dan IX tinggal kelembagaan," ujar Tamsil.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Subaru XV 2.0i 2013,...
Subaru XV 2.0i 2013, SUV AWD Mewah dan Ganteng, Harga Anjlok
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
Pidato Presiden Tentang...
Pidato Presiden Tentang APBN Tahun anggaran 2025 di Sidang Paripurna DPR
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Alokasi Dana Pendidikan...
Alokasi Dana Pendidikan dalam RAPBN 2021 Harus Sentuh Pesantren Demi Pemerataan
Harmoko Menderita Penyakit...
Harmoko Menderita Penyakit Langka Ini Sejak 2013
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
18 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
41 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
58 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Biaya Kelewat Mahal,...
Biaya Kelewat Mahal, Proyek Kapal Perang Siluman Rusia Dibatalkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved