Ahok diminta buat kajian MRT lanjutan
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 16:39 WIB
Ahok diminta buat kajian MRT lanjutan
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diminta untuk membuat kajian ulang terkait rencana perubahan pelaksanaan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dari tahap 1 di koridor Selatan Utara (Lebakbulus-Bundaran HI) menjadi (Kampung Bandan-Bundaran HI).
Pengamat Transportasi Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung mengatakan, perubahan rencana itu akan menimbulkan masalah baru, karena Kampung Badan dan Bundaran HI adalah daerah tujuan perjalanan.
"Kalau proyek pembangunan MRT dipindahkan ke Kampung Badan, siapa yang akan naik," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Dia mengungkapkan, hingga kini belum ada kajian mengenai volume penumpang, jika proyek MRT dialihkan ke Kampung Bandan. Padahal, lokasi itu adalah lokasi usaha dan industri.
"Umumnya pekerja dan masyarakat di daerah itu berasal dari daerah pinggiran Jakarta, yakni titik lintasannya dari Lebakbulus. Harus ada kajian lebih konkrit lagi, agar proyek ini memberikan manfaat maksimal," ujarnya.
Sementara dari sisi depo, Ellen mengakui jika Kampung Bandan memiliki titik-titik untuk bisa dijadikan sebagai depo. "Kalau dari Lebakbulus memang harus membebaskan Stadion Lebakbulus untuk dijadikan sebagai Depo," ungkapnya.
Menurutnya, perubahan konsep teknis pelaksanaan kerja ini juga bisa berpengaruh terhadap perjanjian kontrak antara pemerintah dengan Japan International Coorporation Agency (JICA). "Kalau terkena denda, beban pemerintah semakin besar," tuturnya.
Pengamat Transportasi Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung mengatakan, perubahan rencana itu akan menimbulkan masalah baru, karena Kampung Badan dan Bundaran HI adalah daerah tujuan perjalanan.
"Kalau proyek pembangunan MRT dipindahkan ke Kampung Badan, siapa yang akan naik," katanya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Dia mengungkapkan, hingga kini belum ada kajian mengenai volume penumpang, jika proyek MRT dialihkan ke Kampung Bandan. Padahal, lokasi itu adalah lokasi usaha dan industri.
"Umumnya pekerja dan masyarakat di daerah itu berasal dari daerah pinggiran Jakarta, yakni titik lintasannya dari Lebakbulus. Harus ada kajian lebih konkrit lagi, agar proyek ini memberikan manfaat maksimal," ujarnya.
Sementara dari sisi depo, Ellen mengakui jika Kampung Bandan memiliki titik-titik untuk bisa dijadikan sebagai depo. "Kalau dari Lebakbulus memang harus membebaskan Stadion Lebakbulus untuk dijadikan sebagai Depo," ungkapnya.
Menurutnya, perubahan konsep teknis pelaksanaan kerja ini juga bisa berpengaruh terhadap perjanjian kontrak antara pemerintah dengan Japan International Coorporation Agency (JICA). "Kalau terkena denda, beban pemerintah semakin besar," tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :