Jual obligasi global, PLN dapat USD1 M
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 16:47 WIB
Jual obligasi global, PLN dapat USD1 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mendapatkan dana dari hasil penjualan umum obligasi berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) senilai USD 1 miliar. Dana ini diperoleh perusahaan listrik pelat merah tersebut setelah melakukan strategi eksekusi intraday dalam serangkaian pertemuan fixed income investor global di Asia, Eropa dan Amerika.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyebutkan, dana hasil penawaran umum obligasi akan digunakan untuk belanja modal dan tujuan umum perusahaan .
“Transaksi ini menandai kembalinya PLN ke pasar modal internasional menyusul penerbitan obligasi sebesar USD1 miliar dengan kupon 5,25 ersen yang diterbitkan pada bulan November 2011”, ungkap Nur dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/10/2012).
Obligasi berjangka 30 tahun tanpa jaminan (unsecured) yang akan jatuh tempo pada Oktober 2042, ini diterbitkan dengan harga 98,514 persen atau yield 5,35 persen per tahun. Pesanan dengan total nilai sekitar USD11,5 miliar berasal dari lebih 380 investor. Harga akhir mengalami pengetatan 27,5 basis poin dari harga awal sebesar 5,625 persen yang dirilis pada hari sebelumnya
"Transaksi obligasi ini mencatatkan rekor kupon terendah baru bagi PLN untuk sebuah penawaran obligasi di pasar modal internasional," jelasnya.
Penawaran obligasi yang baru, ini dialokasikan 45 persen kepada investor di Asia, 31 persen ke investor Amerika dan 24 persen ke investor Eropa. Berdasarkan jenis investor, 73 persen dialokasikan untuk asset/fund manager, 7 persen kepada perusahaan asuransi, 8 persen untuk bank, 9 persen untuk bank-bank swasta dan 3 persen untuk pengelola kekayaan negara dan lainnya institusi publik.
Obligasi ini mendapat peringkat Baa3 oleh Moody's, BB oleh Standard & Poor’s dan BBB-dari Fitch. Barclays dan Citigroup bertindak sebagai joint bookrunners dan joint lead manager. Sementara, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai co manager.
Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyebutkan, dana hasil penawaran umum obligasi akan digunakan untuk belanja modal dan tujuan umum perusahaan .
“Transaksi ini menandai kembalinya PLN ke pasar modal internasional menyusul penerbitan obligasi sebesar USD1 miliar dengan kupon 5,25 ersen yang diterbitkan pada bulan November 2011”, ungkap Nur dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/10/2012).
Obligasi berjangka 30 tahun tanpa jaminan (unsecured) yang akan jatuh tempo pada Oktober 2042, ini diterbitkan dengan harga 98,514 persen atau yield 5,35 persen per tahun. Pesanan dengan total nilai sekitar USD11,5 miliar berasal dari lebih 380 investor. Harga akhir mengalami pengetatan 27,5 basis poin dari harga awal sebesar 5,625 persen yang dirilis pada hari sebelumnya
"Transaksi obligasi ini mencatatkan rekor kupon terendah baru bagi PLN untuk sebuah penawaran obligasi di pasar modal internasional," jelasnya.
Penawaran obligasi yang baru, ini dialokasikan 45 persen kepada investor di Asia, 31 persen ke investor Amerika dan 24 persen ke investor Eropa. Berdasarkan jenis investor, 73 persen dialokasikan untuk asset/fund manager, 7 persen kepada perusahaan asuransi, 8 persen untuk bank, 9 persen untuk bank-bank swasta dan 3 persen untuk pengelola kekayaan negara dan lainnya institusi publik.
Obligasi ini mendapat peringkat Baa3 oleh Moody's, BB oleh Standard & Poor’s dan BBB-dari Fitch. Barclays dan Citigroup bertindak sebagai joint bookrunners dan joint lead manager. Sementara, PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai co manager.
(rna)
Lihat Juga :