Hutama Karya bidik proyek BP Migas
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 17:03 WIB
Hutama Karya bidik proyek BP Migas
A
A
A
Sindonews.com - PT Hutama Karya (HK) sedang membidik 30 persen dari total nilai proyek Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Sebelumnya, BP Migas mengumumkan akan mengadakan lelang untuk proyek-proyek migas yang diperkirakan mencapai Rp200 triliun.
"Sekitar 30 persen dari Rp200 triliun nilai proyek BP Migas," tutur Direktur Operasional II Infrastruktur dan Wilayah Timur Hutama Karya, Indradjaja Monopol, di Kantor Pusat Hutama Karya, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Indradjaja menjelaskan, BP Migas selalu mengadakan tender proyek migas yang total nilainya mencapai Rp200 triliun lebih setiap tahun. Karena itu, pada Senin lalu, pihaknya mengajak tujuh Direktur Utama BUMN bertemu langsung dengan pimpinan BP Migas untuk ikut serta dalam tender yang diadakan BP Migas tersebut.
Ketujuh BUMN tersebut antara lain, PT Rekayasa Industri (Rekin), PT Pertamina, PT Asuransi Jasindo, PT Waskita Karya (Waskita), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (ADHI), serta PT Hutama Karya.
Seperti diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan telah menginstruksikan BUMN-BUMN untuk merebut proyek-proyek migas yang ditenderkan BP Migas. Nilai proyek itu mencapai Rp200 triliun per tahun. "Dana Rp 200 triliun itu besar sekali. Kalau kita bisa merebut sepertiga saja, itu sudah Rp 70 triliun," ucap Dahlan.
"Sekitar 30 persen dari Rp200 triliun nilai proyek BP Migas," tutur Direktur Operasional II Infrastruktur dan Wilayah Timur Hutama Karya, Indradjaja Monopol, di Kantor Pusat Hutama Karya, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Indradjaja menjelaskan, BP Migas selalu mengadakan tender proyek migas yang total nilainya mencapai Rp200 triliun lebih setiap tahun. Karena itu, pada Senin lalu, pihaknya mengajak tujuh Direktur Utama BUMN bertemu langsung dengan pimpinan BP Migas untuk ikut serta dalam tender yang diadakan BP Migas tersebut.
Ketujuh BUMN tersebut antara lain, PT Rekayasa Industri (Rekin), PT Pertamina, PT Asuransi Jasindo, PT Waskita Karya (Waskita), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya (ADHI), serta PT Hutama Karya.
Seperti diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan telah menginstruksikan BUMN-BUMN untuk merebut proyek-proyek migas yang ditenderkan BP Migas. Nilai proyek itu mencapai Rp200 triliun per tahun. "Dana Rp 200 triliun itu besar sekali. Kalau kita bisa merebut sepertiga saja, itu sudah Rp 70 triliun," ucap Dahlan.
(rna)