PDAM Kulonprogo tambah dua unit pengolahan air
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 10:38 WIB
PDAM Kulonprogo tambah dua unit pengolahan air
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Binangun Kulonprogo akan menambah dua sumber mata air untuk melayani pelanggan baru. Mereka akan mengolah air Sungai Progo yang mengalir dari Jawa Tengah hingga di DIY.
Dirut PDAM Kulonprogo Jumantoro mengatakan, untuk tahap awal akan diproduksi air minum dengan debit 50 liter per detik. Begitu program ini berhasil, kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi dua kali.
Saat ini, proses tersebut sudah memasuki tahap perizinan dan sudah diajukan ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum. “Dua mata air ini akan mengambil dari sungai Progo di Banjaroyo, Kalibawang dan di Sapon, Galur,” jelas Jumantoro di Kulonprogo, Sabtu (20/10/2012).
Menurutnya, dari pengolahan di Kalibawang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih di tiga kecamatan, yakni Kalibawang, Nanggulan dan Girimulyo. Sedangkan, konsep kedepan akan dijadikan sebagai sumber utama air bersih bagi kawasan industri di Sentolo.
Sementara untuk pengolahan di Sapon dipakai untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Galur dan Lendah. Pengolahan air ini akan dikembangkan sampai ke kawasan pesisir di sepanjang pantai selatan Kulonprogo.
“Dari Sapon akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan air bersih di TPI (tempat pelelangan ikan),” tuturnya.
Dari pengembangan air bersih ini, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan 4.000 pelanggan baru pada tahun pertama. Sedangkan di tahun kedua akan lebih banyak, seiring penambahan kapasitas produksi.
Terkait dengan pengembangan air minum kemasan, saat ini masih menunggu proses perizinan. Air minum, yang diberi label Proqua ini, akan menjadi salah satu unggulan PDAM dalam mendukung gerakan Bela dan beli Kulonprogo.
“Sudah banyak distributor yang siap menjadi agen kita,” tegasnya.
Sementara itu, warga Girimulyo, Rahayu Winasti mengatakan setiap musim kemarau, wilayahnya kesulitan air bersih. Untuk itu, dia berharap PDAM bisa menambah area layanan. “Kita sangat menunggu adanya jarigan PDAM,” tutur dia.
Dirut PDAM Kulonprogo Jumantoro mengatakan, untuk tahap awal akan diproduksi air minum dengan debit 50 liter per detik. Begitu program ini berhasil, kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi dua kali.
Saat ini, proses tersebut sudah memasuki tahap perizinan dan sudah diajukan ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum. “Dua mata air ini akan mengambil dari sungai Progo di Banjaroyo, Kalibawang dan di Sapon, Galur,” jelas Jumantoro di Kulonprogo, Sabtu (20/10/2012).
Menurutnya, dari pengolahan di Kalibawang diharapkan bisa memenuhi kebutuhan air bersih di tiga kecamatan, yakni Kalibawang, Nanggulan dan Girimulyo. Sedangkan, konsep kedepan akan dijadikan sebagai sumber utama air bersih bagi kawasan industri di Sentolo.
Sementara untuk pengolahan di Sapon dipakai untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Galur dan Lendah. Pengolahan air ini akan dikembangkan sampai ke kawasan pesisir di sepanjang pantai selatan Kulonprogo.
“Dari Sapon akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan air bersih di TPI (tempat pelelangan ikan),” tuturnya.
Dari pengembangan air bersih ini, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan 4.000 pelanggan baru pada tahun pertama. Sedangkan di tahun kedua akan lebih banyak, seiring penambahan kapasitas produksi.
Terkait dengan pengembangan air minum kemasan, saat ini masih menunggu proses perizinan. Air minum, yang diberi label Proqua ini, akan menjadi salah satu unggulan PDAM dalam mendukung gerakan Bela dan beli Kulonprogo.
“Sudah banyak distributor yang siap menjadi agen kita,” tegasnya.
Sementara itu, warga Girimulyo, Rahayu Winasti mengatakan setiap musim kemarau, wilayahnya kesulitan air bersih. Untuk itu, dia berharap PDAM bisa menambah area layanan. “Kita sangat menunggu adanya jarigan PDAM,” tutur dia.
(rna)
Lihat Juga :