Wall Street anjlok dipicu buruknya laporan keuangan
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 11:16 WIB
Wall Street anjlok dipicu buruknya laporan keuangan
A
A
A
Sindonews.com - Bursa saham Amerika Serikat (Wall Street) pada penutupan perdagangan Jumat (19/10) waktu setempat anjlok dipicu laporan kinerja sejumlah emiten pada kuartal III tahun ini, yang lebih buruk dibanding kuartal yang sama tahun lalu.
Penurunan laba perusahaan tersebut mengecewakan investor dan menambah kekhawatiran mereka terhadap ekonomi dan prospek perusahaan Amerika.
"Musim laba yang terihat tidak terlalu bagus," kata Senior Equity Cabrera Capital Markets Inc Larry Peruzzi dikutip Reuters, Sabtu (20/10/2012).
Saham emiten unggulan sektor teknologi, seperti IBM, Microsoft, Google serta emiten industri kelas berat General Electrics menderita penurunan pendapatan pada kuartal III tahun ini. Padahal, kuartal III merupakan kuartal yang penting karena menjadi awal bagi perusahaan memberikan gambaran lebih baik sepanjang tahun.
Sementara penurunan sejumlah saham unggulan tersebut menyebabkan Indeks S&P melemah. Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat atau dini hari tadi, Indeks S&P melemah 24,15 poin dan 1,66 persen menjadi ke 1.443,18. Sedangkan, Indeks Nasdaq anjlok 67,24 poin atau 2,19 persen ke level 3.005,62. Sementara Indeks Dow Jones menutup perdagangan dengan terkoreksi 205,43 poin atau 1,53 persen di 13.343,51.
Dari total emiten yang tercatat di Indeks S&P, persentase emiten yang menunjukkan kinerja pendapatan sesuai harapan hanya sekitar 38 persen, atau menurun dari periode sebelumnya sebesar 41 persen.
Peruzzi mengatakan, sejumlah investor menjual sahamnya yang melemah untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak lantaran sudah mendapatkan keuntungan besar sejak awal tahun. Kendati terkoreksi, Indeks S&P pada tahun ini masih menjadi acuan dan diperkirakan akan menguat 14 persen hingga penghujung tahun.
Penurunan laba perusahaan tersebut mengecewakan investor dan menambah kekhawatiran mereka terhadap ekonomi dan prospek perusahaan Amerika.
"Musim laba yang terihat tidak terlalu bagus," kata Senior Equity Cabrera Capital Markets Inc Larry Peruzzi dikutip Reuters, Sabtu (20/10/2012).
Saham emiten unggulan sektor teknologi, seperti IBM, Microsoft, Google serta emiten industri kelas berat General Electrics menderita penurunan pendapatan pada kuartal III tahun ini. Padahal, kuartal III merupakan kuartal yang penting karena menjadi awal bagi perusahaan memberikan gambaran lebih baik sepanjang tahun.
Sementara penurunan sejumlah saham unggulan tersebut menyebabkan Indeks S&P melemah. Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat atau dini hari tadi, Indeks S&P melemah 24,15 poin dan 1,66 persen menjadi ke 1.443,18. Sedangkan, Indeks Nasdaq anjlok 67,24 poin atau 2,19 persen ke level 3.005,62. Sementara Indeks Dow Jones menutup perdagangan dengan terkoreksi 205,43 poin atau 1,53 persen di 13.343,51.
Dari total emiten yang tercatat di Indeks S&P, persentase emiten yang menunjukkan kinerja pendapatan sesuai harapan hanya sekitar 38 persen, atau menurun dari periode sebelumnya sebesar 41 persen.
Peruzzi mengatakan, sejumlah investor menjual sahamnya yang melemah untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak lantaran sudah mendapatkan keuntungan besar sejak awal tahun. Kendati terkoreksi, Indeks S&P pada tahun ini masih menjadi acuan dan diperkirakan akan menguat 14 persen hingga penghujung tahun.
(rna)
Lihat Juga :