Sido Muncul targetkan 800 ton obat herbal
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 17:02 WIB
Sido Muncul targetkan 800 ton obat herbal
A
A
A
Sindonews.com – Untuk mencapai produksi bahan baku jamu atau obat herbal sebanyak 800 ton per tahun, PT Sido Muncul melakukan kerja sama dengan beberapa instansi untuk memperoleh bahan baku.
Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, untuk mencapai target produksi itu, perusahaan melakukan sosialisasi memperkenalkan obat herbal pada para dokter di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) atau Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan TNI AD.
“Untuk pembuktian ilmiah obat herbal, kami sesuai prosedur pabrik dengan standar farmasi yang telah dilakukan penguujian oleh beberapa universitas,” jelasnya.
Hal tersebut dikatakan Irwan disela-sela seminar sehari bertajuk 'Pemanfaatan Herbal Medik dalam Pelayanan Kesehatan Terkini' di hotel Grand Aquila, Bandung, Sabtu (20/10/2012). Dia berharap, pemanfaatan obat herbal bisa dijadikan alternatif bagi masyarakat yang tidak mampu berobat ke dokter karena harganya lebih terjangkau.
Sementara itu, Kadinkes Jabar Alma Luciati mengatakan, penggunakan obat herbal di Jabar sudah menjadi program prioritas dan unggulan. Pasalnya, hal tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Kami sudah membuat peta potensi bahan-bahan obat tradisional di Jawa Barat. Sudah mendata obat-obat kearifan lokal berdasarkan ramuan warisan orangtua jaman dahulu,” katanya.
Bahkan, lanjut Alma, Provinsi Jabar telah mempersiapkan obat tradisional menuju era industri. Nantinya, produksi asli Jabar bisa memiliki daya saing yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan ke masyarakat.
“Obat herbal itu harus standarisasi BPOM dan BPPT untuk izin produksi,” tegasnya. Ditempat yang sama, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Sonny Widjaja mengatakan, tahun 2012 terdapat 300 petani herbal yang terdiri dari karang taruna, dan pemuda binaan Kodam III/Siliwangi.
“Salah satu lahan tanaman herbal ada di IPB seluas sembilan hektare. Produk unggulannya, temu wangi, temulawak, jahe dan kayu manis,” pungkasnya.
Direktur Utama PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan, untuk mencapai target produksi itu, perusahaan melakukan sosialisasi memperkenalkan obat herbal pada para dokter di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) atau Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan TNI AD.
“Untuk pembuktian ilmiah obat herbal, kami sesuai prosedur pabrik dengan standar farmasi yang telah dilakukan penguujian oleh beberapa universitas,” jelasnya.
Hal tersebut dikatakan Irwan disela-sela seminar sehari bertajuk 'Pemanfaatan Herbal Medik dalam Pelayanan Kesehatan Terkini' di hotel Grand Aquila, Bandung, Sabtu (20/10/2012). Dia berharap, pemanfaatan obat herbal bisa dijadikan alternatif bagi masyarakat yang tidak mampu berobat ke dokter karena harganya lebih terjangkau.
Sementara itu, Kadinkes Jabar Alma Luciati mengatakan, penggunakan obat herbal di Jabar sudah menjadi program prioritas dan unggulan. Pasalnya, hal tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Kami sudah membuat peta potensi bahan-bahan obat tradisional di Jawa Barat. Sudah mendata obat-obat kearifan lokal berdasarkan ramuan warisan orangtua jaman dahulu,” katanya.
Bahkan, lanjut Alma, Provinsi Jabar telah mempersiapkan obat tradisional menuju era industri. Nantinya, produksi asli Jabar bisa memiliki daya saing yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan ke masyarakat.
“Obat herbal itu harus standarisasi BPOM dan BPPT untuk izin produksi,” tegasnya. Ditempat yang sama, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Sonny Widjaja mengatakan, tahun 2012 terdapat 300 petani herbal yang terdiri dari karang taruna, dan pemuda binaan Kodam III/Siliwangi.
“Salah satu lahan tanaman herbal ada di IPB seluas sembilan hektare. Produk unggulannya, temu wangi, temulawak, jahe dan kayu manis,” pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :