SBY dijadwalkan buka International Mikrofinance Conference 2012
Senin, 22 Oktober 2012 - 10:16 WIB
SBY dijadwalkan buka International Mikrofinance Conference 2012
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hari ini akan membuka International Microfinance Conference 2012, yang akan dilaksanakan di Sheraton Hotel Yogyakarta. SBY akan menjadi pembicara di hadapan perwakilan dari 23 negara.
Pada kesempatan ini, presiden SBY juga akan menerima penghargaan dari Global Microcredit Summit Campaign, terkait keberhasilannya dalam program kredit usaha rakyat (KUR) untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.
“Ada 14 pembicara termasuk presiden,” jelas Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan, Senin (22/10/2012).
Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama yang dilaksanakan di Indonesia. Ini tidak lepas dari keberhasilan presiden dalam menangani kredit mikro. Internasional Microfinance Conference ini mengambil tema toward sustainability and financial inclusion.
Pertemuan ini, imbuhnya, merupakan bagian dari upaya menciptakan Millenium Development Goals (MDGs), khususnya mengatasi masalah kemiskinan pengangguran, dan penciptaan lapangan kerja.
“Semua negara komitmen untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, salah satunya melalui kredit mikro,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, presiden SBY juga akan menerima penghargaan dari Global Microcredit Summit Campaign, terkait keberhasilannya dalam program kredit usaha rakyat (KUR) untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran.
“Ada 14 pembicara termasuk presiden,” jelas Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarief Hasan, Senin (22/10/2012).
Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama yang dilaksanakan di Indonesia. Ini tidak lepas dari keberhasilan presiden dalam menangani kredit mikro. Internasional Microfinance Conference ini mengambil tema toward sustainability and financial inclusion.
Pertemuan ini, imbuhnya, merupakan bagian dari upaya menciptakan Millenium Development Goals (MDGs), khususnya mengatasi masalah kemiskinan pengangguran, dan penciptaan lapangan kerja.
“Semua negara komitmen untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, salah satunya melalui kredit mikro,” tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :