Sultan harapkan lembaga mikro berbenah
Senin, 22 Oktober 2012 - 11:56 WIB
Sultan harapkan lembaga mikro berbenah
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono menyoroti prosedur administrasi untuk mendapat kredit mikro dari lembaga keuangan dan perbankan masih cukup ribet dan berbelit. Meskipun bunganya rendah, banyak masyarakat lebih tertarik untuk meminjam kepada rentenir.
Menurut Sultan, rentenir tidak pernah melakukan proses administrasi. Peminjam tinggal datang dan mengajukan pinjaman langsung cair, padahal bunga cukup tinggi dan merupakan bunga berbunga.
"Rentenir prosesnya cepat dan tidak berbelit. Datang langsung cair," tutur Sultan pada pembukaan International Microfinance Conference 2012 di Hotel Sheraton Yogyakarta, Senin (22/10/12).
Untuk itu, sultan berharap forum ini bisa menjadikan lembaga mikro berbenah, khususnya dalam hal administrasi dan prosedur. Pasalnya, kredit mikro sangat diperlukan bagi masyarakat dalam mendapatkan modal.
Kredit mikro, ujar Sultan, juga sangat efektif untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Bahkan bisa dipakai untuk mengatasi kesenjangan sosial di masyarakat.
"Selama ini modal masih menjadi kendala, bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya," jelasnya. Pertemuan ini sendiri diikuti perwakilan dari 23 negera.
Menurut Sultan, rentenir tidak pernah melakukan proses administrasi. Peminjam tinggal datang dan mengajukan pinjaman langsung cair, padahal bunga cukup tinggi dan merupakan bunga berbunga.
"Rentenir prosesnya cepat dan tidak berbelit. Datang langsung cair," tutur Sultan pada pembukaan International Microfinance Conference 2012 di Hotel Sheraton Yogyakarta, Senin (22/10/12).
Untuk itu, sultan berharap forum ini bisa menjadikan lembaga mikro berbenah, khususnya dalam hal administrasi dan prosedur. Pasalnya, kredit mikro sangat diperlukan bagi masyarakat dalam mendapatkan modal.
Kredit mikro, ujar Sultan, juga sangat efektif untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Bahkan bisa dipakai untuk mengatasi kesenjangan sosial di masyarakat.
"Selama ini modal masih menjadi kendala, bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya," jelasnya. Pertemuan ini sendiri diikuti perwakilan dari 23 negera.
(rna)
Lihat Juga :