SBY peroleh penghargaan dari International Microfinace
Senin, 22 Oktober 2012 - 16:44 WIB
SBY peroleh penghargaan dari International Microfinace
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima penghargaan Letter Of Recognition dari Komunitas Microfinance Internasional karena keberhasilannya menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.
Secara simbolis, penghargaan ini disampaikan oleh Director of Global Microcredit Summit Campaign, Larry Reed, kepada presiden, pada International Mikrofinance di Sheraton Hotel, Yogyakarta, Senin (22/10/2012).
“Penghargaan ini kita berikan karena beliau telah menggagas kredit usaha rakyat (KUR) untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan di Indonesia,” tuturnya.
SBY, ujarnya, telah menjadi salah satu tokoh penting dalam bidang microfinance. Beliau telah mengeluarkan kebijakan dan pemikiran yang konseptual untuk perbaikan perekonomian Indonesia.
Sebenarnya, kampanye microfinance sudah dimulai sejak 2004 yang lalu. Saat itu lebih dari 100 juta penduduk di dunia khususnya kaum perempuan telah menikmati kredit mikro. Kredit ini mampu membangkitkan tingkat perekonomian mereka.
Dua tahun kemudian, pada 2006, jumlah penerima kredit mikro sudah meningkat menjadi 127 juta penduduk di dunia. Sedangkan di Indonesia, program KUR telah berhasil menyalurkan lebih dari 7 juta UMK.
”Pengharaan ini juga tidak lepas dari kebijakan pemerintah Indonesia dalam memudahkan penyaluran KUR dengan beberapa inovasi,” jelasnya.
Presiden SBY, berharap kerjasama di dunia microfinance di dunia lebih ditingkatkan. Penghargaan ini harus bisa memotivasi semua pelaku microfinance untuk lebih gigih berjuang dalam gerakan kredit dan keuangan. Dengan kucuran dana seperti ini akan mencukung program penanggulangan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan.
“Mikrofinance sangat penting untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran,” jelas presiden.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI, Syarief Hasan mengatakan, kredit KUR yang digagas SBY terbukti secara efektif memperluas akses pembiayaan, terutama bagi Usaha Koperasi, Mikro, Kecil dan Menengah.
KUR telah menjadi tonggak sejarah, yang mencerminkan upaya dan komitmen pemerintah yang kuat untuk mengatasi, menurunkan pengangguran dan kemiskinan.
Secara simbolis, penghargaan ini disampaikan oleh Director of Global Microcredit Summit Campaign, Larry Reed, kepada presiden, pada International Mikrofinance di Sheraton Hotel, Yogyakarta, Senin (22/10/2012).
“Penghargaan ini kita berikan karena beliau telah menggagas kredit usaha rakyat (KUR) untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan di Indonesia,” tuturnya.
SBY, ujarnya, telah menjadi salah satu tokoh penting dalam bidang microfinance. Beliau telah mengeluarkan kebijakan dan pemikiran yang konseptual untuk perbaikan perekonomian Indonesia.
Sebenarnya, kampanye microfinance sudah dimulai sejak 2004 yang lalu. Saat itu lebih dari 100 juta penduduk di dunia khususnya kaum perempuan telah menikmati kredit mikro. Kredit ini mampu membangkitkan tingkat perekonomian mereka.
Dua tahun kemudian, pada 2006, jumlah penerima kredit mikro sudah meningkat menjadi 127 juta penduduk di dunia. Sedangkan di Indonesia, program KUR telah berhasil menyalurkan lebih dari 7 juta UMK.
”Pengharaan ini juga tidak lepas dari kebijakan pemerintah Indonesia dalam memudahkan penyaluran KUR dengan beberapa inovasi,” jelasnya.
Presiden SBY, berharap kerjasama di dunia microfinance di dunia lebih ditingkatkan. Penghargaan ini harus bisa memotivasi semua pelaku microfinance untuk lebih gigih berjuang dalam gerakan kredit dan keuangan. Dengan kucuran dana seperti ini akan mencukung program penanggulangan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan.
“Mikrofinance sangat penting untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran,” jelas presiden.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI, Syarief Hasan mengatakan, kredit KUR yang digagas SBY terbukti secara efektif memperluas akses pembiayaan, terutama bagi Usaha Koperasi, Mikro, Kecil dan Menengah.
KUR telah menjadi tonggak sejarah, yang mencerminkan upaya dan komitmen pemerintah yang kuat untuk mengatasi, menurunkan pengangguran dan kemiskinan.
(gpr)
Lihat Juga :