RI jadi tuan rumah pertemuan peningkatan produktivitas

Senin, 22 Oktober 2012 - 18:21 WIB
RI jadi tuan rumah pertemuan...
RI jadi tuan rumah pertemuan peningkatan produktivitas
A A A
Sindonews.com - Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan menjadi tuan rumah penyelengggaraan 53rd Workshop Meeting of Heads of NPOs (WSM) yang akan digelar pada 23-25 Oktober 2012 di Hotel Inna Grand, Bali Beach, Sanur.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenakertrans Abdul Wahab Bangkona menjelaskan, pertemuan ini akan membahas finalisasi rencana program Asian Productivity Organization (APO) yang merupakan pertemuan tahunan Kepala-Kepala Organisasi Produktivitas Nasional (NPO).

"Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Dalam pertemuan kali ini akan dibahas finalisasi rencana program APO 2013 dan mendiskusikan perencanaan strategis program untuk 2014-2015," kata Wahab di kantornya, Senin (22/10/2012).

53rd WSM ini, tambah dia, dihadiri oleh 80 delegasi dari 20 negara anggota APO (Bangladesh, Kamboja, Republic of China, Fiji, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Korea, Lao PDR, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam) serta advisor/observer dari Negara anggota APO/non-anggota APO, APO Secretary, dan observer dari Filipina dan Botswana.

Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Ditjen Binalattas), Kementerian Pertanian, dan Kementerian Luar Negeri.

Abdul Wahab menjelaskan, APO merupakan organisasi regional antarpemerintah dengan tujuan memberikan konstribusi terhadap pembangunan sosial ekonomi di kawasan Asia Pasifik melalui pengembangan produktivitas.

"Tujuan seminar internasional ini adalah untuk finalisasi perencanaan program APO 2013 dan mendiskusikan perencanaan strategis program APO 2014-2015 yang hasilnya akan dibahas dan disahkan pada Governing Body Meeting (GBM) APO ke-55 pada 2013," tambah Abdul Wahab.

Di Indonesia, lanjutnya, komitmen terhadap perlunya produktivitas dituangkan dalam rencana program jangka menengah 2009-2014, khususnya dalam agenda pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

"Dalam rangka mendukung terciptanya tujuan pembangunan itu, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas dan produktivitas sebagai satu dari empat program prioritas yang dalam implementasinya dilakukan dalam kerangka gerakan produktivitas nasional," tuturnya.

Abdul Wahab menjelaskan Indonesia menjadi anggota APO sejak 1968 dengan beberapa manfaat keuntungan seperti pengembangan dan peningkatan produktivitas di berbagai sektor antara lain di bidang pariwisata, pertanian, dan konstruksi serta energi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kesenjangan Pekerja...
Kesenjangan Pekerja Disabilitas, PR Besar Bagi Pemerintah
Balai Latihan Kerja...
Balai Latihan Kerja Surakarta Bantu Penanganan COVID-19
Hindari Resiko Penumpukan...
Hindari Resiko Penumpukan Orang, Kemnaker Minta Perusahaan Susun Rencana Kerja
Menaker Ida Fauziyah...
Menaker Ida Fauziyah Sambut Kepulangan Sembilan ABK
Siddhakarya Bukti Perhatian...
Siddhakarya Bukti Perhatian Pemerintah kepada Produktivitas Perusahaan
Kemnaker Berdayakan...
Kemnaker Berdayakan Korban PHK melalui Program Padat Karya
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
3 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
3 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
4 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
4 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
5 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved