Apindo usulkan bentuk FTA dengan Afsel
Senin, 22 Oktober 2012 - 18:40 WIB
Apindo usulkan bentuk FTA dengan Afsel
A
A
A
Sindonews.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan dibentuknya perjanjian perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) antara Indonesia dengan Afrika Selatan (Afsel).
Ketua DPD Apindo Jabar Deddy Widjaya mengatakan, Afrika Selatan merupakan pasar potensial bagi Indonesia untuk mengembangkan ekspor. Selain karena dibayang-bayangi ketidakpastian perdagangan di Eropa dan Amerika, pertumbuhan ekonomi di Afsel juga cukup membanggakan mencapai 8 persen.
"Pemerintah Indonesia harusnya menggagas perjanjian perdagangan bebas dengan Afsel. Itu akan sangat menguntungkan kita karena produk kita lebih unggul ketimbang Afsel," beber Deddy Widjaya di sela-sela pertemuan delegasi Afsel dengan Kadin Jabar, Bank BJB, Pemprov Jabar dan pengusaha Jabar di Bandung, Senin (22/10/2012).
Selama ini, lanjut dia, pemerintah hanya menggagas free trade dengan negara-negara besar, seperti China. Akibanya, perdagangan Indonesia dirugikan. Sementara apabila dengan Afsel, komoditas yang bisa dijual ke Afsel akan lebih besar. Pasalnya, mereka hanya mengandalkan ekspor perhiasan.
Dalam waktu dekat, lanjut Deddy, Apindo akan mengusulkan konsep tersebut kepada pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Luar Negeri. Sejalan dengan proses perdagangan antar industri, free trade diharapkan bisa direalisasikan antara dua sampai tiga tahun kedepan.
Menurut Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno, selain mengalami pertumbuhan ekonomi cukup baik, iklim industri di Afsel juga terjamin. Kondisi politik dan kemanan di Afsel cenderung kondusif dan stabil. Hal itu akan sangat baik untuk perdagangan antarnegara.
Diakui Agung, ekspor Jabar ke Afsel baru terbatas tekstil dan produk tekstil (TPT). "Potensi Jabar ekspor ke Afsel sangatbesar, mulai dari produk agro industri seperti kopi dan teh, TPT dan produk teknologi informasi (IT)," terang Agung. Apabila ekspor Jabar terus didorong, dia optimistis, volumenya bisa naik 3 persen dari volume ekspor saat ini.
Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan Sjahril Sabarudin mengakui, walaupun ekspor Indonesia ke Afrika Selatan mengalami pertumbuhan, namun nilai transaksinya masih sangat kecil. Pada 2010, transaksi ekspor Indonesia USD1,1 miliar, naik menjadi USD2,1 miliar pada 2011.
"Tahun ini, ekspor Indonesia diharapkan tumbuh menjadi USD3 miliar," ujar dia. Optimisme itu sejalan dengan intensifnya komunikasi antara pengusaha Indonesia dengan Afsel.
Diakui dia, nilai ekspor Indonesia dengan Afsel masih cukup kecil dibanding negara lainnya, dengan nilai transaksi mencapai USD10-12 miliar per tahun. Bahkan, lanjut dia, beberapa negara memanfaatkan produk Indonesia yang dikemas ulang, kemudian dijual ke Afsel. "Alangkah lebih bagus lagi apabila produk itu diekspor langsung dari Indonesia," pungkas dia.
Untuk mempermudah perdagangan, pemerintah saat ini sedang mengajukan pembebasan bea masuk untuk beberapa produk. Upaya tersebut diharapkan bisa meningkatkan perdagangan Indonesia ke Afsel.
Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia Noel Lehoko mengatakan, pendapatan per kapita Afsel mencapai 11.000 dolar Afrika Selatan. Afrika Selatan terdiri atas sembilan provinsi. "Pertumbuhan ekonomi kami pun cukup bagus. Ini pasar potensial bagi Indonesia," kata dia singkat.
Ketua DPD Apindo Jabar Deddy Widjaya mengatakan, Afrika Selatan merupakan pasar potensial bagi Indonesia untuk mengembangkan ekspor. Selain karena dibayang-bayangi ketidakpastian perdagangan di Eropa dan Amerika, pertumbuhan ekonomi di Afsel juga cukup membanggakan mencapai 8 persen.
"Pemerintah Indonesia harusnya menggagas perjanjian perdagangan bebas dengan Afsel. Itu akan sangat menguntungkan kita karena produk kita lebih unggul ketimbang Afsel," beber Deddy Widjaya di sela-sela pertemuan delegasi Afsel dengan Kadin Jabar, Bank BJB, Pemprov Jabar dan pengusaha Jabar di Bandung, Senin (22/10/2012).
Selama ini, lanjut dia, pemerintah hanya menggagas free trade dengan negara-negara besar, seperti China. Akibanya, perdagangan Indonesia dirugikan. Sementara apabila dengan Afsel, komoditas yang bisa dijual ke Afsel akan lebih besar. Pasalnya, mereka hanya mengandalkan ekspor perhiasan.
Dalam waktu dekat, lanjut Deddy, Apindo akan mengusulkan konsep tersebut kepada pemerintah melalui Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Luar Negeri. Sejalan dengan proses perdagangan antar industri, free trade diharapkan bisa direalisasikan antara dua sampai tiga tahun kedepan.
Menurut Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno, selain mengalami pertumbuhan ekonomi cukup baik, iklim industri di Afsel juga terjamin. Kondisi politik dan kemanan di Afsel cenderung kondusif dan stabil. Hal itu akan sangat baik untuk perdagangan antarnegara.
Diakui Agung, ekspor Jabar ke Afsel baru terbatas tekstil dan produk tekstil (TPT). "Potensi Jabar ekspor ke Afsel sangatbesar, mulai dari produk agro industri seperti kopi dan teh, TPT dan produk teknologi informasi (IT)," terang Agung. Apabila ekspor Jabar terus didorong, dia optimistis, volumenya bisa naik 3 persen dari volume ekspor saat ini.
Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan Sjahril Sabarudin mengakui, walaupun ekspor Indonesia ke Afrika Selatan mengalami pertumbuhan, namun nilai transaksinya masih sangat kecil. Pada 2010, transaksi ekspor Indonesia USD1,1 miliar, naik menjadi USD2,1 miliar pada 2011.
"Tahun ini, ekspor Indonesia diharapkan tumbuh menjadi USD3 miliar," ujar dia. Optimisme itu sejalan dengan intensifnya komunikasi antara pengusaha Indonesia dengan Afsel.
Diakui dia, nilai ekspor Indonesia dengan Afsel masih cukup kecil dibanding negara lainnya, dengan nilai transaksi mencapai USD10-12 miliar per tahun. Bahkan, lanjut dia, beberapa negara memanfaatkan produk Indonesia yang dikemas ulang, kemudian dijual ke Afsel. "Alangkah lebih bagus lagi apabila produk itu diekspor langsung dari Indonesia," pungkas dia.
Untuk mempermudah perdagangan, pemerintah saat ini sedang mengajukan pembebasan bea masuk untuk beberapa produk. Upaya tersebut diharapkan bisa meningkatkan perdagangan Indonesia ke Afsel.
Duta Besar Afrika Selatan untuk Indonesia Noel Lehoko mengatakan, pendapatan per kapita Afsel mencapai 11.000 dolar Afrika Selatan. Afrika Selatan terdiri atas sembilan provinsi. "Pertumbuhan ekonomi kami pun cukup bagus. Ini pasar potensial bagi Indonesia," kata dia singkat.
(rna)
Lihat Juga :