RI masih harus hati-hati dampak krisis Eropa

Selasa, 23 Oktober 2012 - 12:14 WIB
RI masih harus hati-hati...
RI masih harus hati-hati dampak krisis Eropa
A A A
Sindonews.com - Kendati dianggap sebagai satu dari sedikit negara anggota G20 yang diproyeksi memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di masa mendatang, Indonesia rupanya masih perlu waspada dan berhati-hati terhadap sentimen negatif yang datang dari ekonomi global.

"Yang menarik indonesia tahun ini diproyeksikan tumbuh 6 persen oleh IMF dan tahun depan 6,3 persen," kata Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, (23/10/2012).

Lebih lanjut dirinya mengutarakan, Indonesia termasuk sebagai salah satu negara yang ikut terpengaruh oleh krisis di Eropa. Namun demikian, di lain pihak pengaruh yang diterima Indonesia tidak sebesar negara-negara berkembang lainnya.

Kendati demikian, Mahendra menegaskan Indonesia masih harus berhati-hati terhadap ancaman krisis Eropa yang masih belum baik dan berpotensi kembali terpuruk.

Perlu berhati-hati, kata Mahendra, karena gangguan ekonomi di kawasan Eropa tersebut, masih berpotensi sangat besar dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang seperti Indonesia. "Ekonomi akan terus memburuk, belum tahu persis kapan akan melakukan pemulihan," tambahnya.

Kepala ekonomi Dana Moneter Internasional (IMF), pernah mengutarakan butuh waktu 10 tahun untuk Eropa bisa pulih dengaan syarat-syarat yang harus dipenuhi," lanjut Mahendra.

Merespon potensi buruk tersebut, kata Mahendra, setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi pemerintah agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan tetap berada pada level yang postiif bahkan lebih baik.

Pertama, adalah bagaimana mengatasi subsidi BBM. Kedua, bagaimana membenahi infrastruktur. Dan ketiga, adalah memperbaiki good governance atas masalah korupasi bisa diatasi dengan baik. "Ketiga hal ini bisa menjadi driver (pengendali) pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepan," simpulnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
34 menit yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
49 menit yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
1 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
1 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
1 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
2 jam yang lalu
Infografis
Hati-Hati, Ini 5 Dampak...
Hati-Hati, Ini 5 Dampak Makan Berlebihan Saat Lebaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved