Break water Adikarta selesai 2013
Selasa, 23 Oktober 2012 - 13:56 WIB
Break water Adikarta selesai 2013
A
A
A
Sindonews.com - Pemkab Kulonprogo memastikan akan ada penyelesaian pembangunan break water atau pemecah ombak di pelabuhan ikan Tanjung Adikarta, Karangwuni, Wates tahun 2013 mendatang.
"Tahun depan ada penyelesaian untuk break water. Ada beberapa pihak yang juga berkepentingan dengan pelabuhan ini, akan sharing dalam penyelesaian pembangunan break water," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo, Selasa (23/10/2012).
Menurut dia, PT Sriboga yang mendatangkan gandum dari Malaysia akan sharing pembangunan. Sebab, mereka akan memanfaatkan pelabuhan ini untuk bongkar muat gandum yang diimpornya. Selain itu, PT Jogja Magasa Iron (JMI) juga dipastikan sharing.
Perusahaan penambangan bijih besi ini juga akan memanfaatkan pelabuhan, sebelum pelabuhan miliknya sendiri selesai dibangun. "Jadi nanti ada Sriboga dan JMI. Mereka tidak tiap hari memanfaatkan pelabuhan. Hanya waktu-waktu tertentu saja," terang dia.
Penyelesaian break water membutuhkan anggaran Rp100 miliar. Saat ini pembangunan baru mencapai 35 persen. Pemkab sempat menjamin break water selesai tahun ini. Sayang tidak terlaksana karena dana dari APBN ternyata tidak turun.
Budi menambahkan, sebelum pembangunan break water selesai, nelayan dilarang mendekati kawasan tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kerugian lanjutan akibat adanya perahu yang menabrak break water. "Jangan mendekat ke areal break water," pungkasnya.
"Tahun depan ada penyelesaian untuk break water. Ada beberapa pihak yang juga berkepentingan dengan pelabuhan ini, akan sharing dalam penyelesaian pembangunan break water," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kulonprogo, Budi Wibowo, Selasa (23/10/2012).
Menurut dia, PT Sriboga yang mendatangkan gandum dari Malaysia akan sharing pembangunan. Sebab, mereka akan memanfaatkan pelabuhan ini untuk bongkar muat gandum yang diimpornya. Selain itu, PT Jogja Magasa Iron (JMI) juga dipastikan sharing.
Perusahaan penambangan bijih besi ini juga akan memanfaatkan pelabuhan, sebelum pelabuhan miliknya sendiri selesai dibangun. "Jadi nanti ada Sriboga dan JMI. Mereka tidak tiap hari memanfaatkan pelabuhan. Hanya waktu-waktu tertentu saja," terang dia.
Penyelesaian break water membutuhkan anggaran Rp100 miliar. Saat ini pembangunan baru mencapai 35 persen. Pemkab sempat menjamin break water selesai tahun ini. Sayang tidak terlaksana karena dana dari APBN ternyata tidak turun.
Budi menambahkan, sebelum pembangunan break water selesai, nelayan dilarang mendekati kawasan tersebut. Langkah itu dilakukan untuk menghindari kerugian lanjutan akibat adanya perahu yang menabrak break water. "Jangan mendekat ke areal break water," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :