Mandiri kaji ikut biayai proyek MRT
Selasa, 23 Oktober 2012 - 16:14 WIB
Mandiri kaji ikut biayai proyek MRT
A
A
A
Sindonews.com - Selain PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), kali ini PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dikabarkan akan turut meramaikan pembiayaan untuk proyek pembangunan sarana mass rapid transit (MRT) di DKI Jakarta.
Saat ini, Mandiri mengaku masih mengkaji proyek tersebut. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti menerangkan, pihaknya masih mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan proyek tersebut terutama terkait perhitungan ekonomisnya.
"Kalau pengusaha itu gampang, harus ada benetif-nya. Kalau bicara MRT, ada cash flow-nya, ada itung-itungannya," kata Destry di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Selain itu, lanjut Destry, aspek hukum juga menjadi perhatian bank pelat merah tersebut untuk memutuskan berpartisipasi dalam pembiayaan proyek transportasi massal itu. Dalam hal ini, siapa pemenang tender pembangunan proyek, apakah pemda atau badan usaha lain.
"Kita masih jauh, masih menunggu siapa owner-nya (pemilik atau yang memenangkan tender) dan aturannya seperti apa dari pemerintah," tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menyatakan, ketertarikannya untuk terlibat dalam proyek yang lama ditunggu realisasinya ini. "Sejauh ini kami tertarik, asalkan itu feasible dan masih bankable, kenapa tidak?" ujarnya.
Namun demikian, dirinya masih enggan membeberkan berapa besaran kredit yang akan dikucurkan guna mendukung pembiayaan proyek pemecahan masalah transportasi Ibu Kota tersebut. Pasalnya, BNI masih akan mempelajarinya.
Saat ini, Mandiri mengaku masih mengkaji proyek tersebut. Kepala Ekonom Bank Mandiri, Destry Damayanti menerangkan, pihaknya masih mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan proyek tersebut terutama terkait perhitungan ekonomisnya.
"Kalau pengusaha itu gampang, harus ada benetif-nya. Kalau bicara MRT, ada cash flow-nya, ada itung-itungannya," kata Destry di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Selain itu, lanjut Destry, aspek hukum juga menjadi perhatian bank pelat merah tersebut untuk memutuskan berpartisipasi dalam pembiayaan proyek transportasi massal itu. Dalam hal ini, siapa pemenang tender pembangunan proyek, apakah pemda atau badan usaha lain.
"Kita masih jauh, masih menunggu siapa owner-nya (pemilik atau yang memenangkan tender) dan aturannya seperti apa dari pemerintah," tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menyatakan, ketertarikannya untuk terlibat dalam proyek yang lama ditunggu realisasinya ini. "Sejauh ini kami tertarik, asalkan itu feasible dan masih bankable, kenapa tidak?" ujarnya.
Namun demikian, dirinya masih enggan membeberkan berapa besaran kredit yang akan dikucurkan guna mendukung pembiayaan proyek pemecahan masalah transportasi Ibu Kota tersebut. Pasalnya, BNI masih akan mempelajarinya.
(rna)
Lihat Juga :